Pemerintah Kebut Rehabilitasi 42.702 Hektare Lahan Terdampak Bencana Sumatera

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 09 Juni 2026 | 12:40 WIB
Perbaikan infrastruktur di Sumatra Utara. (BeritaNasional/KemenPU)
Perbaikan infrastruktur di Sumatra Utara. (BeritaNasional/KemenPU)

BeritaNasional.com - Pemerintah mempercepat pemulihan lahan pertanian dan penguatan ketahanan pangan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pascabencana hidrometeorologi guna mendukung program swasembada pangan nasional. 

Hingga akhir Mei 2026, sebanyak 9.931 hektare sawah telah direhabilitasi dari total target 42.702 hektare lahan terdampak.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat di tiga provinsi tersebut.

"Bapak Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari menteri, gubernur, hingga bupati dan wali kota, agar penanganan lahan pertanian terdampak bencana di tiga provinsi berjalan maksimal," kata Amran, dikutip dari keterangan resminya pada Selasa (9/6/2026).

Menurut Amran, pemerintah telah mengalokasikan bantuan lebih dari Rp1 triliun untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak. Anggaran tersebut digunakan untuk perbaikan infrastruktur pertanian dan dukungan sarana produksi bagi petani.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan pemerintah telah menyiapkan Rencana Induk (Renduk) sebagai pedoman pemulihan permanen hingga 2028.

"Sekarang proses menuju pemulihan permanen atau rehab-rekon. Kuncinya adalah renduk yang direkap dari kabupaten, kota, provinsi terdampak, serta kementerian/lembaga," kata Tito seusai rapat kerja bersama DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Berdasarkan data Satgas PRR, realisasi bantuan pertanian hingga akhir Mei 2026 telah mencapai Rp877,126 miliar. Dana tersebut digunakan untuk program rehabilitasi sawah, optimalisasi lahan, dan pembangunan jaringan irigasi di tiga provinsi terdampak bencana.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: