Iran Bantah Isu Pezeshkian Mundur dari Jabatan Presiden

Oleh: Kiswondari
Selasa, 02 Juni 2026 | 11:40 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Foto/istimewa)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Otoritas Iran membantah kabar yang beredar bahwa Presiden Masoud Pezeshkian telah menyampaikan surat pengunduran diri, menyusul perselisihan terkait kewenangan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Pada Minggu (31/5/2026), Iran Internasional mengutip sebuah sumber yang melaporkan berita tersebut dan mengatakan surat itu dikirim pada hari Minggu. Di dalamnya, Pezeshkian mengatakan bahwa ia dan pemerintah telah dikucilkan dari keputusan-keputusan besar di Iran, dan bahwa kesenjangan ini telah memungkinkan IRGC untuk mengambil kendali.

Melansir Indian Express pada Senin (1/6/2026) yang mengutip Kantor Berita Tasnim, yang berafiliasi dengan IRGC, seorang sumber pemerintah yang mengetahui informasi tersebut mengatakan bahwa Pezeshkian belum mengundurkan diri dan masih menjalankan tugasnya.

Secara terpisah, wakil kepala komunikasi di kantor presiden Iran, Seyed Mehdi Tabatabaei juga membantah laporan tersebut dalam sebuah unggahan di X. Ia bahkan menegaskan bahwa Pezeshkian tidak akan mundur.

"Presiden Pezeshkian tidak akan mundur dari pengabdian kepada rakyat, sebagaimana bangsa Iran tidak akan mundur dari jalan solidaritas dan perlawanan," tulisnya.

Sementara itu, menurut laporan tersebut, Pezeshkiam menyatakan kekhawatiran bahwa pemerintahan dikecualikan dari tanggung jawab utama, yang mendorong permintaannya untuk mengundurkan diri.

Klaim tersebut muncul di tengah ketegangan antara pemerintah sipil Iran dan lembaga militer-keamanannya.

Sebuah laporan sebelumnya juga menunjukkan bahwa sekelompok kecil tokoh senior, banyak di antaranya memiliki hubungan dengan IRGC, memainkan peran sentral dalam membentuk keputusan-keputusan besar di negara tersebut.

Laporan itu juga mengatakan bahwa meskipun kepemimpinan puncak secara formal tetap bertanggung jawab, pengambilan keputusan juga melibatkan "sekelompok" tokoh berpengaruh yang pengalamannya berasal dari perang Iran-Irak.

Namun, para pejabat Iran secara konsisten membantah klaim tentang perpecahan internal tersebut, dan menegaskan bahwa kepemimpinan tetap bersatu.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: