Langkah Dejan/Bernadine Terhenti di Babak Pertama Indonesia Open 2026

Oleh: Tarmizi Hamdi
Selasa, 02 Juni 2026 | 13:31 WIB
Pasangan ganda campuran Indonesia Dejan/Bernadine. (BeritaNasional/Hamdi)
Pasangan ganda campuran Indonesia Dejan/Bernadine. (BeritaNasional/Hamdi)

BeritaNasional.com - Ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdiansyah/Bernadine Anindya Wardana harus menelan pil pahit pada babak pertama ajang Indonesia Open 2026.

Bermain di hadapan publik sendiri di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026), pasangan Merah Putih ini harus mengakui keunggulan wakil China, Cheng Xing/Zhang Chi, dua gim langsung dengan skor 10-21 dan 9-21.

Sejak awal game pertama, Dejan/Bernadine langsung berada di bawah tekanan. Pasangan China tampil menggebrak dan berhasil mengamankan interval gim pertama dengan keunggulan telak 4-11.

Memasuki paruh kedua game pertama, situasi tidak banyak berubah. Dejan/Bernadine makin tertinggal jauh hingga menyentuh angka 6-17. Cheng/Zhang terus membombardir pertahanan Indonesia dengan kombinasi serangan yang agresif. 

Smes-smes tajam yang diarahkan langsung ke area Bernadine menjadi momok menakutkan, hingga akhirnya menutup gim pertama untuk kemenangan China dengan skor 10-21.

Masuk ke game kedua, Dejan/Bernadine mencoba memberikan perlawanan. Sesekali mereka melancarkan serangan melalui kombinasi smes dan dropshot menawan. 

Namun, Cheng/Zhang yang berstatus sebagai pasangan nonunggulan tetap tampil solid. Mereka kembali memimpin di interval gim kedua dengan skor 6-11.

Strategi pasangan China yang secara konsisten menggempur Bernadine sebagai pemain junior kembali menjadi kunci kemenangan mereka. Pascainterval, Dejan/Bernadine tampak terkapar dan kesulitan keluar dari tekanan.

Mereka tidak mampu memberikan perlawanan berarti hingga gim kedua disudahi dengan skor mencolok 9-21.

Dejan Ferdiansyah: Evaluasi Total, Level Sudah Berbeda

Ditemui usai pertandingan, Dejan Ferdiansyah secara ksatria mengakui bahwa membimbing pasangan yang baru naik ke kelas dewasa memiliki tantangan tersendiri.

Ada kesenjangan level turnamen yang harus segera dikejar.

"Kesulitannya tuh, saya untuk diri saya sendiri juga kan saya partner junior ya, ya baru naik juga dewasanya. Jadi, enggak gampang. Enggak gampang ternyata berpartner dengan junior itu," ungkap Dejan.

Dejan menekankan bahwa pekerjaan rumah mereka saat ini masih sangat banyak, terutama dalam peningkatan kualitas individu di lapangan.

"Jadi, kesulitannya tuh masih banyak. Dari mungkin saya juga skill individunya harus ditingkatkan lagi. Dari Bernadine juga mungkin harus lebih naik level up lagi. Latihannya juga enggak bisa sama gitu. Karena kelasnya bukan 100-300 lagi, tapi udah terakhir-terakhir kan main di 500 ke atas. Itu mainnya juga lumayan-lumayan," tambahnya.

Pemain binaan PB Djarum ini juga menyoroti pentingnya kesadaran personal untuk terus berkembang mengingat persaingan di level atas jauh lebih kejam.

"Jadi, memang harus dari kitanya sih. Harus tahu kayak, 'Oh, levelnya udah di sini nih, kita harus ngapain', gitu. Kalau pengen improve, kesadaran sendirinya harus tinggi sih. Karena levelnya sekarang naik ke atas kan. Jadi, enggak bisa latihannya biasa, harus bener-bener nge-push ke atas. Kalau enggak kayak gitu, juga agak susah karena levelnya harus dipaksa ke atas," tandas Dejan.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: