Risiko Alzheimer Dapat Dikurangi hingga 40 Persen dengan Kegiatan Sederhana Ini

Oleh: Kiswondari
Rabu, 03 Juni 2026 | 08:01 WIB
Warga lansia. (Foto/Pixabay)
Warga lansia. (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Berdasarkan penelitian terbaru yang dirilis jurnal medis Neurology pada awal 2026, menunjukkan bahwa risiko terkena penyakit Alzheimer dapat dikurangi hampir 40 persen hanya dengan melakukan aktivitas yang merangsang mental sepanjang hidup. 

“Kesehatan kognitif di usia lanjut sebagian merupakan hasil dari paparan pengayaan kognitif sepanjang hidup,” demikian menurut penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal medis Neurology yang dilansir dari People, Rabu (3/6/2026).

Sebanyak 1.939 orang dewasa lanjut usia dipantau oleh para peneliti selama sekitar delapan tahun. Selama penelitian berlangsung, 551 peserta mengembangkan penyakit Alzheimer dan 719 mengalami gangguan kognitif ringan . 

“Studi kami meneliti pengayaan kognitif dari masa kanak-kanak hingga usia lanjut, dengan fokus pada aktivitas dan sumber daya yang merangsang pikiran,” kata penulis studi, Dr. Andrea Zammit, dari Rush University Medical Center di Chicago, dalam siaran pers American Academy of Neurology.

“Temuan kami menunjukkan bahwa kesehatan kognitif di usia lanjut sangat dipengaruhi oleh paparan lingkungan yang merangsang intelektual sepanjang hidup,” terang Zammit.

Para peneliti menemukan bahwa para lansia yang secara konsisten terlibat dalam aktivitas yang merangsang mental memiliki risiko lebih rendah terkena demensia Alzheimer, atau terjadi perlambatan sekitar lima tahun jika dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang tidak terlibat dalam aktivitas yang memperkaya kognitif.

Adapun jenis aktivitas dibagi menjadi tiga tahap dan kategori di antaranya, sebelum usia 18 tahun dengan aktivitas meliputi membaca buku, mempelajari bahasa asing selama lebih dari lima tahun, serta memiliki akses ke surat kabar dan atlas. Bagi yang berusia di bawah 40 tahun, para peneliti mempertimbangkan akses ke perpustakaan dan museum. Dan untuk usia 80 tahun ke atas, aktivitasnya meliputi membaca, menulis, dan bermain game.  

Para peneliti kemudian memberikan skor kepada setiap peserta berdasarkan seberapa sering mereka terlibat dalam aktivitas yang merangsang mental ini, dan menemukan bahwa para lansia yang memiliki skor hidup lebih tinggi memiliki risiko penyakit Alzheimer 38 persen lebih rendah dan risiko gangguan kognitif ringan 36 persen lebih rendah.

“Temuan kami menggembirakan, menunjukkan bahwa secara konsisten terlibat dalam berbagai aktivitas yang merangsang mental sepanjang hidup dapat membuat perbedaan dalam kognisi,” ungkap Zammit. 

“Investasi publik yang memperluas akses untuk memperkaya lingkungan, seperti perpustakaan dan program pendidikan usia dini yang dirancang untuk menumbuhkan kecintaan belajar seumur hidup, dapat membantu mengurangi kejadian demensia,” tambahnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: