WMO Peringatkan Ancaman El Nino, Siap-siap Hadapi Gelombang Panas dan Cuaca Ekstrem
BeritaNasional.com - Dunia diminta bersiap menghadapi ancaman cuaca ekstrem dalam beberapa bulan ke depan. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengumumkan bahwa fenomena iklim El Nino kini tengah berkembang, yang dipicu oleh lonjakan suhu air laut yang luar biasa hangat di wilayah Samudra Pasifik tropis.
Kondisi ini diprediksi akan mengacaukan pola suhu dan curah hujan di tingkat global, sekaligus meningkatkan risiko bencana alam secara signifikan.
"Kita perlu bersiap menghadapi potensi fenomena El Nino yang kuat, yang akan memperburuk kekeringan dan curah hujan lebat serta meningkatkan risiko gelombang panas baik di darat maupun di laut," tegas Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo, dalam konferensi pers di Jenewa, Selasa (2/6/2026).
Sebagai catatan, fenomena El Nino terakhir yang terjadi pada periode 2023-2024 masuk dalam daftar lima El Nino terdahsyat sepanjang sejarah. Dampaknya bahkan ikut andil dalam mencetak rekor suhu terpanas global pada tahun 2024 lalu.
Mengantisipasi dampak buruk yang bisa ditimbulkan, Saulo memastikan bahwa pihak WMO akan terus mengawal perkembangan kondisi alam ini secara intensif. Data berkala akan disalurkan kepada pemerintah berbagai negara, lembaga kemanusiaan, hingga sektor-sektor yang rentan terhadap perubahan iklim.
Menurutnya, prediksi musim yang akurat serta sistem peringatan dini memegang peran krusial demi menyelamatkan nyawa manusia dan meminimalisir kerugian materi.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, turut memberikan peringatan keras melalui pesan videonya dalam konferensi tersebut. Guterres menyebut kehadiran El Nino kali ini akan membuat kondisi bumi kian mengkhawatirkan.
"Kondisi El Nino akan memperparah pemanasan global," ujar Guterres.
Guterres mendesak para pemimpin dunia untuk mengambil langkah nyata yang sebanding dengan skala krisis iklim saat ini. Ia menekankan pentingnya transisi energi global demi melindungi kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak.
"Satu-satunya respons yang efektif adalah aksi iklim yang setara dengan krisis ini mengakhiri ketergantungan pada bahan bakar fosil, mempercepat peralihan ke energi terbarukan, melindungi yang paling rentan, dan menyediakan sistem peringatan dini untuk semua," tandas Guterres.
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 22 jam yang lalu
POLITIK | 22 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






