3 Korban Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak Masih Hilang, Pencarian Difokuskan di Pantai

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 03 Juni 2026 | 10:12 WIB
3 Korban Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak Masih Hilang. (Foto/istimewa)
3 Korban Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak Masih Hilang. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap tiga korban ledakan diduga dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan di Kabupaten Biak Numfor, Papua yang hingga kini belum ditemukan.

“Fokus pencarian saat ini dilakukan di area Ring 2, khususnya wilayah pantai dan perairan sekitar lokasi kejadian,” kata Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan dalam keterangan tertulis dikutip Rabu (3/6/2026).

Sementara, Ari menyebut untuk area ring satu masih belum bisa dilakukan pencarian. Sebab, proses sterilisasi masih dilakukan Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua di area tersebut.

“Sementara area Ring 1 yang diduga menjadi sumber ledakan masih belum dinyatakan aman atau steril sehingga belum dapat dilakukan pencarian secara maksimal,” ujar Ari.

Sehingga untuk evakuasi total terdata ada lima korban meninggal dunia yang telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sorido, Biak Kota. Lalu, Tim Gabungan dari Basarnas berhasil menemukan 13 serpihan atau potongan tubuh yang diserahkan kepada Tim Identifikasi Polda Papua dan RSUD Biak.

Lebih lanjut untuk hasil penyisiran, petugas menemukan dua proyektil yang sebelumnya telah diambil amunisinya dengan cara digerinda, serta satu granat nanas yang telah dimodifikasi. Seluruh benda berbahaya ditemukan telah diamankan dan dilakukan disposal atau pemusnahan.

“Tim Jibom kembali melaksanakan sterilisasi dan penyisiran menyeluruh di area Ring 1 untuk memastikan tidak ada lagi benda berbahaya yang dapat mengancam keselamatan masyarakat maupun petugas,” jelas Kapolres.

Untuk mendukung proses tersebut, Tim Jibom akan tetap berada di Biak hingga seluruh lokasi dinyatakan aman. Dengan tambahan dari lima personel Gegana serta dukungan Tim Inafis Polda Papua untuk membantu proses identifikasi dan olah tempat kejadian perkara.

Berdasarkan data terbaru, jumlah korban luka ringan tercatat sebanyak 18 orang, dengan dua di antaranya masih menjalani perawatan di RSUD Biak. Sementara jumlah warga yang mengungsi mencapai 56 orang, terdiri dari 43 orang dewasa dan 13 balita.

“Masyarakat untuk tidak memasuki area Ring 1 yang saat ini masih dalam status steril dan pengamanan ketat. Imbauan tersebut tidak hanya berlaku bagi masyarakat, tetapi juga seluruh unsur aparat yang terlibat dalam penanganan kejadian,” imbuhnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: