Bukan Cuma Koding, OpenAI Rilis Fitur Baru Codex untuk Pekerja Kantoran

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 03 Juni 2026 | 22:00 WIB
OpenAI rilis fitur baru Codex. (Foto/OpenAI)
OpenAI rilis fitur baru Codex. (Foto/OpenAI)

BeritaNasional.com - OpenAI semakin agresif merebut hati pasar korporat. Pada Selasa (2/6/2026), perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) ini resmi meluncurkan serangkaian kemampuan baru untuk Codex, yakni alat berbasis agen (agentic tool) yang dirancang untuk memperluas peran di dunia kerja.

Langkah ini menandai pergeseran besar. Melalui laporan internal yang dirilis bersamaan dengan peluncuran tersebut, OpenAI mengungkapkan bahwa penggunaan Codex kini sudah jauh melampaui ranah rekayasa perangkat lunak (software engineering) dan mulai merambah ke sektor pekerjaan berbasis pengetahuan (knowledge work).

"Codex saat ini memiliki lebih dari 5 juta pengguna aktif mingguan. Angka ini melonjak lebih dari enam kali lipat sejak aplikasi desktopnya diluncurkan pada Februari lalu," tulis OpenAI dalam blog resminya yang dikutip pada Rabu (3/6/2026).

"Meskipun developer masih menjadi kelompok pengguna terbesar, pekerja kantoran (knowledge workers) kini menyumbang sekitar 20 persen dari total pengguna, dengan pertumbuhan tiga kali lipat lebih cepat," katanya.

6 Fitur Spesifik untuk Berbagai Profesi

Untuk memanjakan para pekerja kerah putih ini, OpenAI merilis enam plugin baru yang dirancang khusus untuk menangani pekerjaan spesifik, antara lain:

  • Analisis data
  • Produksi konten kreatif
  • Penjualan (sales)
  • Desain produk
  • Investasi ekuitas
  • Perbankan investasi (investment banking)

Tersedia langsung di dalam aplikasi Codex, setiap plugin mengombinasikan integrasi data, instruksi, dan konteks khusus agar AI bisa menyelesaikan tugas-tugas rumit di bidang tersebut secara instan.

Meski performanya akan semakin prima jika dipersonalisasi oleh pengguna, OpenAI menjamin alat-alat ini sudah sangat efektif sejak pertama kali digunakan.

Langkah OpenAI ini dinilai sebagai jawaban atas manuver kompetitor utamanya, Anthropic. Pada Februari lalu, Anthropic lebih dulu meluncurkan program agen perusahaan, disusul dengan peluncuran agen khusus finansial pada Mei.

OpenAI yang selama ini lebih dikenal fokus pada konsumen ritel, terhitung agak lambat dalam menggarap pasar korporat. Mereka baru memperkenalkan dukungan plugin untuk Codex pada bulan Maret.

Bikin Situs Web Instan dan Fitur Anotasi

Selain plugin, OpenAI memperkenalkan fitur baru bernama Sites (Situs). Fitur ini memungkinkan Codex mengubah hasil kerjanya langsung menjadi situs web interaktif yang dihosting, bukan sekadar file lokal yang kaku.

Demi menyukseskan fitur ini, OpenAI menggandeng sejumlah nama besar seperti Wix, Base44, Replit, Lovable, Figma, dan Emergent, serta berencana memperluas ekosistem kemitraan ini ke depan.

Tak kalah menarik, ada fitur Annotation (Anotasi). Fitur ini memungkinkan pengguna menandai bagian spesifik pada dokumen atau file di dalam Codex sehingga AI bisa memberikan perintah (prompt) dan operasi yang jauh lebih kontekstual dan akurat.

Suntikan Dana Masif Rp60 Triliun

Amunisi baru Codex ini meluncur hanya tiga minggu setelah OpenAI mengumumkan pembentukan perusahaan patungan (joint venture) bernama OpenAI Deployment Company.

Entitas baru yang disokong dana fantastis lebih dari $4 miliar (sekitar Rp64 triliun) dari perusahaan investasi global ini dibentuk dengan satu misi: mengintegrasikan teknologi OpenAI secara mendalam ke dalam operasional bisnis di seluruh dunia.

"AI kini semakin mampu melakukan pekerjaan yang bernilai tinggi di dalam organisasi," ujar Chief Revenue Officer OpenAI Denise Dresser.

"Tantangan kami saat ini adalah membantu perusahaan mengintegrasikan sistem AI ini ke dalam infrastruktur dan alur kerja utama yang menggerakkan bisnis mereka," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: