Kementan Siapkan Strategi Hadapi Kemarau 2026, Fokus Percepat Masa Tanam

Oleh: Lydia Fransisca
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:35 WIB
Momen Prabowo tinjau Inovasi hilirisasi dan teknologi pertanian modern di Karawang. (Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Momen Prabowo tinjau Inovasi hilirisasi dan teknologi pertanian modern di Karawang. (Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden)

BeritaNasional.com - Pemerintah mendorong petani meningkatkan frekuensi tanam dengan mempercepat masa tanam setelah panen serta menerapkan teknologi pertanian yang lebih efisien, guna menghadapi musim kemarau 2026.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi, mengatakan pemerintah menargetkan peningkatan indeks pertanaman melalui percepatan tanam.

Dengan begitu, lahan yang sebelumnya hanya ditanami satu hingga dua kali dalam setahun diharapkan dapat meningkat frekuensinya.

“Kalau selama ini tanam dua kali setahun, kita dorong menjadi tiga kali. Yang sebelumnya satu kali kita dorong menjadi dua kali,” kata Suwandi dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

“Dengan lahan yang sama, produksi bisa meningkat karena frekuensi tanamnya bertambah,” tambahnya.

Menurut Suwandi, musim kemarau tidak selalu berdampak buruk terhadap produksi pertanian. Dengan pengelolaan air yang baik, kondisi cuaca kering justru dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

“Di saat musim kemarau, pencahayaan matahari sangat baik sehingga produktivitas tanaman bisa meningkat. Ini justru menjadi peluang apabila dikelola dengan teknologi yang tepat,” ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah memperkuat pengembangan irigasi perpompaan. Tahun ini, pemerintah menyiapkan tambahan pompa yang mampu melayani sekitar satu juta hektare lahan pertanian, melengkapi sistem yang sebelumnya telah menjangkau sekitar dua juta hektare.

“Kekuatan utama kita menghadapi musim kemarau adalah sistem perpompaan, pengelolaan sumber air dari waduk, embung, sungai, maupun sumur yang terhubung dengan teknologi dan energi yang memadai,” ucap Suwandi.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan perlindungan bagi petani melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), bantuan benih gratis, sarana produksi, alat dan mesin pertanian, serta pendampingan percepatan tanam bagi petani yang terdampak kekeringan.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: