Kejagung Dalami Informasi 41 Orang dan Proyek Janggal CCTV dari Sony Sonjaya
BeritaNasional.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) membenarkan bahwa pihaknya telah menerima keterangan yang diberikan tersangka mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya.
Keterangan itu menyangkut 41 nama yang diduga terlibat proyek CCTV dan alat deteksi sidik jari Satuan Pelayanan Pembunuhan Gizi yang menelan anggaran proyek mencapai Rp300 miliar.
“Memang yang disampaikan sekitar jumlah sebesar itu, kami menghargai informasi yang disampaikan saudara SS. Termasuk informasi masalah CCTV. Nanti akan kami cek dan kami dalami,” kata Dirdik Jampidsus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi dikutip Jumat (19/6/2026).
Kendati begitu, Syarief memastikan seluruh informasi masih harus didalami dengan keseusian alat bukti lain dalam rangka pembuktian kasus agar bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.
“Itu sedang kami pelajari apakah keterangannya terkonfirmasi dengan alat bukti lainnya,” ujarnya
Lebih lanjut, Syarief mengakui bahwa keterangan yang diberikan Sony juga berkaitan dengan pengajuan Justice Collaborator (JC) apakah bisa menjadi alasan pengabulan atau tidak.
“Selain pendalaman materi perkara, juga pendalaman mengenai keterangan dalam permohonan JC yang diajukan kepada penyidik,” jelas Syarief.
“Kami akan sampaikan nanti apakah permohonan JC itu diterima atau tidak. Namun kami menghargai saudara SS yang berinisiatif menyampaikan informasi-informasi terhadap perkara ini,” terangnya.
Sebelumnya diberitakan, tersangka mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya mengungkap adanya dugaan kejanggalan lain dalam proyek pengadaan di luar dari yang sedang diusut Kejaksaan Agung (Kejagung).
Disampaikan pengacara Sony, Krisna Murti bahwa kliennya turut melaporkan kejanggalan proyek pengadaan CCTV dan alat deteksi sidik jari untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Pak Sony mengungkap yang lebih besar daripada kerugian negara. Apa? Jadi, sebelum Pak Sony masuk (sebagai Wakil Kepala BGN), itu ada kontrak yang namanya CCTV dengan pengadaan sidik jari," kata Krisna kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).
Selain itu, Sony juga telah menyetorkan nama baru diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025-2026.
"Tadi dibuka (chat) oleh penyidik. Pas dibuka oleh penyidik, ternyata ada tabel terisi usulan orang-orang baru lagi. Jadi bertambah totalnya dari yang 26 ditambah tadi temuan baru, jadi totalnya 41 nama," ungkap Krisna.
Kendati demikian, Krisna belum bisa membeberkan nama 41 tokoh diduga terlibat dalam proyek Badan Gizi Nasional (BGN). Termasuk, tak mengonfirmasi secara jelas 26 nama diduga terlibat yang sempat beredar di media sosial.
"Ada yang bener ada yang enggak. Pokoknya yang sudah beredar ada yang bener ada yang enggak. Temuan yang baru lagi ini, yang nama-nama baru ini yang belum beredar di mana-mana," tandasnya.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu





