35.476 Calon Manajer Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Bakal Digembleng Latihan Komcad
BeritaNasional.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan menggembleng 35.476 calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) untuk pelatihan dasar kemiliteran Komponen Cadangan (Komcad).
Hal itu disampaikan Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait bahwa latihan ini masih dalam tahap persiapan dengan melibatkan 67 satuan pendidikan.
”Pelatihan direncanakan dilaksanakan di 67 satuan pendidikan (satdik) yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Rico saat dikonfirmasi pada Jumat (19/6/2026).
Berbeda dengan Komcad Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjalani latsarmil selama 1,5 bulan, calon manajer KDMP dan KNMP bakal ikuti pelatihan selama 30 hari dilanjutkan 15 hari untuk pelatihan manajerial l bersama kementerian terkait lainnya.
”Untuk aspek kedisiplinan dan bela negara, durasi pelatihan direncanakan selama 30 hari, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan manajerial selama 15 hari yang disusun bersama kementerian teknis terkait,” jelas Rico.
Rico memastikan pelatihan Komcad untuk calon manajer KDMP dan KNMP diselenggarakan sesuai kebutuhan pengelolaan koperasi maupun kampung nelayan. Dengan bekal ilmu yang nantinya bakal ditetapkan sebagai bagian dari Komcad.
”Jumlah peserta yang direncanakan mengikuti program tersebut sekitar 35.476 orang, terdiri dari sekitar 30.000 calon pengelola KDKMP (Kopdes Merah Putih) dan 5.476 calon pengelola KNMP (Kampung Nelayan Merah Putih),” terang dia.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan Kementerian Pertahanan (BPSDM Kemhan) Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia memimpin upacara pembukaan Diklat Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (17/6/2026).
Dalam amanat Sekjen Kemhan Letjen TNI Tri Budi Utomo yang dibacakan Kepala BPSDM Kemhan, ditegaskan bahwa program SPPI merupakan upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
“Melalui pendidikan dasar kemiliteran dan pembekalan manajerial, peserta diharapkan menjadi penggerak pembangunan ekonomi masyarakat serta memperkuat ketahanan nasional. Program ini diharapkan melahirkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap mengabdi bagi bangsa,” dikutip lewat akun Instagram resmi @kemhanri.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu






