Presiden Prabowo: Indonesia-Singapura Sepakat Jaga Keamanan dan Keterbukaan Selat Malaka

Oleh: Lydia Fransisca
Senin, 06 Juli 2026 | 15:53 WIB
Presiden Prabowo usai pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. (Foto/YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo usai pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. (Foto/YouTube Sekretariat Presiden)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Indonesia dan Singapura sepakat memperkuat kerja sama menjaga keamanan dan keterbukaan Selat Malaka.

Komitmen itu disampaikan usai pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin (6/7/2026).

Prabowo mengatakan, Indonesia dan Singapura memiliki kepentingan yang sama karena berbatasan langsung di Selat Malaka. Menurutnya, jalur pelayaran internasional tersebut harus tetap terbuka bagi semua pihak.

"Indonesia dan Singapura adalah negara yang langsung berbatasan di Selat Malaka. Kita berkepentingan untuk menjaga Selat Malaka sebagai lintasan yang bebas untuk semua pihak," kata Prabowo.

Ia menjelaskan, kerja sama itu tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga menjaga perdamaian, mencegah pencemaran, mengantisipasi kecelakaan pelayaran, hingga memberantas aksi perompakan di Selat Malaka.

"Kita harus pelihara keamanan, perdamaian di selat itu, juga tentunya keamanan dari polusi, dari kecelakaan, dan juga dari perompakan atau dari piracy. Ini merupakan kepentingan yang vital antara negara-negara di sekitar Selat Malaka," ujar Prabowo.

Prabowo menilai, hal tersebut merupakan kepentingan vital bagi negara-negara yang berada di sekitar Selat Malaka mengingat jalur tersebut menjadi salah satu lintasan pelayaran tersibuk di dunia.

Selain dengan Singapura, Indonesia juga akan terus berkoordinasi dengan Malaysia dan Thailand untuk memastikan pengelolaan Selat Malaka tetap sesuai dengan ketentuan UNCLOS 1982.

"Kita akan terus koordinasi dengan Malaysia dan Thailand," ucap Prabowo menandasi. sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: