Harmony in Diversity Award Ajang Apresiasi bagi Pembawa Misi Perdamaian di Asia Tenggara

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:29 WIB
Konferensi pers ajang Harmony in Diversity Award di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. (Foto/Ist)
Konferensi pers ajang Harmony in Diversity Award di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. (Foto/Ist)

BeritaNasional.com - Di tengah dinamika kawasan yang berkembang pesat, keberagaman senantiasa menempati posisi sebagai salah satu pilar kekuatan terbesar di Asia Tenggara.

Kendati demikian, keharmonisan lintas budaya tidak dapat begitu saja dianggap sebagai sebuah kepastian yang terawat dengan sendirinya.

Para pemimpin di kawasan Asia Tenggara menegaskan bahwa kerukunan yang kokoh harus senantiasa diusahakan dan diperkuat lewat dialog aktif, rasa saling percaya, serta kepemimpinan nyata dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

Komitmen mendalam terhadap nilai-nilai tersebut memicu lahirnya Harmony in Diversity Award. 

Inisiatif skala regional ini dipersembahkan melalui kolaborasi strategis antara Temasek Foundation dan 5P Global Movement. 

Dirancang lebih dari sekadar ajang apresiasi tahunan, penghargaan ini didedikasikan secara khusus untuk menghormati individu-individu luar biasa yang telah menunjukkan kontribusi nyata dalam merekatkan hubungan masyarakat dari beragam latar belakang budaya di Asia Tenggara.

Dengan menyoroti kiprah para agen perubahan yang inspiratif, prakarsa ini mengusung misi strategis untuk mendongkrak kesadaran publik terhadap berbagai inisiatif perdamaian di kawasan. Langkah ini diharapkan mampu merangsang lahirnya dialog-dialog yang lebih bermakna sekaligus memperkukuh jejaring sinergi antarindividu maupun organisasi yang memiliki visi searah untuk memajukan harmoni regional.

Menjelang seremoni perdana Harmony in Diversity Award yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (15/7/2026), Chairman 5P Global Movement Indonesia William Sabandar menekankan bahwa langkah ini merefleksikan cita-cita kolektif negara-negara ASEAN demi mempererat kesepahaman di tengah masyarakat yang kian plural.

"Keberagaman merupakan salah satu kekuatan terbesar Asia Tenggara. Namun harmoni tidak terjadi begitu saja. Harmoni dibangun melalui dialog, kepercayaan, dan kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap William saat konferensi pers di Hotel Indonesia Kempinski pada Selasa (14/7/2026).

Dia mengatakan penganugerahan ini sekaligus memberikan apresiasi kepada individu yang mendedikasikan hidupnya untuk persatuan dan menginspirasi banyak orang untuk membangun harmoni.

“Harmony in Diversity Award hadir untuk memberikan penghargaan kepada individu-individu yang mendedikasikan hidupnya bagi upaya tersebut, sekaligus menginspirasi lebih banyak orang di kawasan untuk menjadi pembangun harmoni di komunitas mereka masing-masing," tutur William.

Ia menggarisbawahi bahwa signifikansi penghargaan ini jauh melampaui seremonial penyerahan piala di atas panggung.

"Besok kita akan memberikan penghargaan kepada satu sosok yang luar biasa. Namun, sesungguhnya, inisiatif ini adalah tentang ribuan orang di seluruh Asia Tenggara yang melalui tindakan sederhana setiap hari memperkuat rasa saling percaya, saling memahami, dan saling menghormati di tengah masyarakat. Kami berharap penghargaan ini menjadi sebuah platform yang menghubungkan kisah-kisah inspiratif tersebut, mendorong kolaborasi, serta menginspirasi generasi mendatang untuk terus membangun jembatan antar komunitas di kawasan kita," tambah William.

Di sisi lain, Temasek Foundation menyatakan keterlibatannya dalam penghargaan regional ini merupakan manifestasi dari visi besar lembaga untuk menyokong ketahanan serta soliditas sosial masyarakat melalui kemitraan strategis.

Senior Director Temasek Foundation Ling Pei Shan menjelaskan landasan filosofis di balik partisipasi aktif pihaknya dalam mendukung ekosistem perdamaian kawasan.

"Di Temasek Foundation, kerja kami dipandu oleh empat prioritas strategis: Planet, People, Peace, dan Progress, yang diperkuat melalui Partnerships. Kami meyakini bahwa perdamaian merupakan fondasi bagi manusia, bumi, dan kemajuan. Tanpa perdamaian, masyarakat tidak dapat berkembang dan kehidupan banyak orang akan terganggu. Penghargaan ini mencerminkan komitmen kami untuk memajukan perdamaian dengan memberikan penghargaan kepada mereka yang memperkuat kepercayaan, saling pengertian, dan harmoni di tengah masyarakat,” katanya.

Ling Pei Shan juga menaruh harapan besar agar wadah regional ini mampu bertransformasi menjadi sebuah gerakan berkelanjutan yang lebih masif ke depannya.

"Penghargaan ini dimaksudkan untuk menjadi lebih dari sekadar sebuah bentuk pengakuan. Kami berharap platform regional ini dapat berkembang menjadi sebuah ekosistem Harmony in Diversity yang lebih luas, yang menghubungkan para pelaku harmoni serta membuka ruang kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat harmoni di Asia Tenggara," tandasnya.

Pada puncak perhelatan esok hari, Cardinal Orlando Beltran Quevedo, O.M.I., Archbishop Emeritus of Cotabato, ditetapkan secara resmi sebagai penerima perdana Harmony in Diversity Award. Penghargaan bergengsi ini dianugerahkan atas dedikasi tanpa lelah beliau selama puluhan tahun dalam merajut rekonsiliasi serta dialog antaragama di wilayah Mindanao.

Komitmen seumur hidup yang ia gaungkan lewat konsep "Dialogue of Life"—sebuah metode pembangunan kepercayaan melalui interaksi riil sehari-hari antarumat beragama dan antarkomunitas—dinilai sangat selaras dengan nilai-nilai luhur yang ingin disebarluaskan oleh penghargaan ini ke seluruh penjuru Asia Tenggara.

Kendati Cardinal Quevedo menjadi pionir penerima penghargaan ini, pihak penyelenggara kembali menggarisbawahi bahwa pada esensinya ajang ini menyuarakan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh individu di pelosok Asia Tenggara yang secara konsisten memperkuat modal sosial komunitas mereka melalui kepemimpinan sehari-hari.

Acara perdana Harmony in Diversity Award Ceremony bakal dihelat pada 15 Juli 2026 bertempat di Jakarta. Perhelatan ini akan mempertemukan jajaran tokoh perumus kebijakan kawasan, anggota dewan juri, representasi masyarakat sipil, pelaku dunia usaha, filantropi, serta para pemimpin komunitas guna merayakan komitmen kolektif dalam memperkokoh dialog, kepercayaan, dan harmoni regional.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: