Pemerintah Integrasikan Koperasi Merah Putih dengan BUMDes dan Desa Tematik

Oleh: Lydia Fransisca
Kamis, 16 Juli 2026 | 10:40 WIB
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. (Foto/BPMI)
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Pemerintah akan mengintegrasikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP) dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan desa tematik. 

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan ,program tersebut dijalankan melalui koordinasi dengan 10 asosiasi desa.

“Jadi 10 asosiasi desa ini menjadi mitra strategis Kementerian Desa untuk memastikan program Bapak Presiden melalui Asta Cita yang ke-6 itu benar-benar terlaksana, termasuk Koperasi Desa Merah Putih dan kami memang dari Asta Cita keenam itu ada 12 aksi bangun desa, di antara itu desa tematik," kata Yandri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7/2926) malam.

Yandri berujar, Koperasi Merah Putih akan berperan sebagai offtaker yang bekerja sama dengan BUMDes untuk menyerap sekaligus memasarkan hasil produksi masyarakat desa. 

“Para petani sesuai dengan potensi desa masing-masing, karena jumlah desa banyak sekali 75.266, dengan berbagai potensi yang ada, tentu nanti masing-masing Kopdes bekerja sama dengan BUMDes memastikan semua produk desa itu sesuai dengan potensinya, akan dipastikan bisa mendapatkan manfaat bagi para penduduk desa," ujar Yandri.

Oleh karena itu, seluruh potensi desa akan dimaksimalkan melalui operasional Koperasi Merah Putih. 

Selain memperkuat perekonomian masyarakat, keuntungan koperasi juga akan memberikan manfaat bagi pemerintah desa melalui pembagian hasil usaha.

"Nanti kalau sudah jalan, kami pasti akan maksimalkan fungsinya melalui potensi desa masing-masing, pasti. Apalagi yang dipakai kan dana desa dan apalagi nanti dari keuntungan itu ada 20 persen dari Kopdes itu akan menjadi pendapatan asli desa," jelas Yandri.

"Jadi pemerintah desa dengan segala unsurnya punya kepentingan, Kopdes ini berhasil dan sukses karena ada efek positifnya kepada desa, termasuk sisanya yang 80 persen akan kembali ke rakyat di desa itu," tambahnya.

Selain pengembangan koperasi, Yandri menyebut bahwa program desa tematik yang telah berjalan selama setahun terakhir mulai menunjukkan hasil.

“Banyak desa tematik ini menjadi penyuplai MBG, banyak. Jadi hampir seribu bahkan BUMDes itu menjadi penyuplai utama MBG,” ucap Yandri.

Ia menjelaskan, pengembangan desa tematik dilakukan sesuai potensi ekonomi masing-masing daerah, mulai dari pertanian, perikanan, hingga perkebunan.

“Memang ada desa jagung, ada desa padi, ada juga desa ikan nila, desa ikan lele, desa coklat, dan desa-desa lain. Nah ini nanti tetap Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi offtaker-nya bekerjasama dengan badan usaha milik desa,” tandasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: