Suzuki Kembangkan Mobil Listrik Murah untuk Hadapi Dominasi Produsen China

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 20 Juli 2026 | 18:31 WIB
Logo produsen asal Jepang Suzuki. (Foto/Suzuki)
Logo produsen asal Jepang Suzuki. (Foto/Suzuki)

BeritaNasional.com - Produsen otomotif asal Jepang, Suzuki, dikabarkan tengah menyiapkan mobil listrik berukuran kecil guna bersaing dengan deretan kendaraan listrik murah asal China.

Dilasir dari Antara sebagaimana mengutip dari laporan Autocar menyebut Suzuki berencana meluncurkan versi produksi dari mobil konsep Vision e-Sky di pasar Eropa pada 2027.

Mobil listrik tersebut memiliki dimensi yang lebih kecil dibandingkan dua pesaing utamanya, yakni BYD Atto 1 dan Honda Super-One. Vision e-Sky memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, serta tinggi 1.625 mm.

Mobil kompak berbentuk kotak dengan konfigurasi lima pintu itu diklaim mampu menawarkan jarak tempuh lebih dari 270 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Apabila pengujian kemampuan jelajahnya mengacu pada standar Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure (WLTP) Eropa, maka jarak tempuh Vision e-Sky melampaui Honda Super-One yang memiliki daya jelajah 206 km. Mobil ini juga diproyeksikan mampu bersaing dengan BYD Atto 1 yang menawarkan jarak tempuh antara 220 km hingga 310 km.

Menurut laporan Autocar, kendaraan listrik terbaru Suzuki tersebut akan dipasarkan di Inggris dengan harga sekitar 20.000 pound sterling atau setara Rp483 juta.

Setelah peluncuran e-Sky, Suzuki juga dikabarkan akan memperkenalkan kendaraan listrik ketiganya pada 2029. Menurut Autocar, model tersebut kemungkinan berupa SUV segmen B yang akan diposisikan di antara e-Sky dan eVitara untuk memperkuat jajaran mobil listrik kecil perusahaan.

Di pasar Inggris, Suzuki saat ini memiliki pangsa pasar sedikit di atas satu persen. Meski produsen mobil China semakin mendominasi pasar kendaraan listrik global, Suzuki mengaku tidak merasa terancam.

David Kateley selaku bos Suzuki Inggris Raya menegaskan bahwa perusahaan tidak terlalu mengkhawatirkan ekspansi produsen otomotif China.

“Saya tidak khawatir. Kami adalah merek dengan pangsa 1 persen. Produsen besar yang sudah mapan akan lebih merasakannya,” katanya.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: