BGN Gandeng Kejaksaan Sisir Dapur MBG Bermasalah
BeritaNasional.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng Kejaksaan Agung untuk menyisir seluruh dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tujuannya untuk melihat mana mitra BGN yang melakukan pelanggaran.
"Jadi dari 27.400 sekian, 27.469 dapur yang sekarang ini aktif beroperasi, itu kami sisir semua. Bahkan Kejaksaan Agung juga menyisir semua mana mitra-mitra, mana yayasan-yayasan yang kemudian tidak bener ini," ujar Kepala BGN Sudaryono saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7/2026).
BGN pun akan menindaklanjuti temuan dari Kejaksaan, bahkan akan memberhentikan dapur MBG yang bermasalah.
"Intinya apapun rekomendasi, apapun temuan akan kami tindaklanjuti kalau manakala terbukti tidak benar maka harus diberi sanksi kita suspend. Kami tidak mentolerir itu. Jadi karena makan bergizi ini menyangkut makan, menyangkut keamanan, menyangkut kesehatan, dan menyangkut nyawa banyak orang yang kita kasih makan ya," jelas Sudaryono.
BGN telah memberhentikan operasi 883 dapur MBG secara permanen. Dapur-dapur yang diberhentikan secara permanen karena melakukan pelanggaran. Sudaryono memastikan dapur yang diberhentikan ditutup dan tidak dibayar sepeser pun.
"Dapur yang di-suspend secara permanen ini itu bukan kayak yang lalu, misalnya dulu kan di-suspend tapi tetap dibayar. Kalau ini udah di-suspend, tutup, enggak dibayar. Ini betul-betul adalah suspend karena pelanggaran," ungkapnya.
Alasan dapur-dapur tersebut dihentikan karena masalah higienis, keracunan dan kualitas yang tidak memenuhi standar. BGN telah memberikan tenggat waktu untuk melakukan perbaikan, tetapi tidak diperbaiki.
"Jadi dapur yang di-suspend itu terkait higienis, keracunan, ya kemudian kualitas yang tidak baik, tidak memenuhi standar yang di kita inginkan, khususnya terkait higienis dan sanitasinya. Kemudian IPAL-nya, jadi yang tidak meet terhadap apa yang menjadi requirement, itu yang tidak bisa kemudian kita minta kita kasih tenggat waktu untuk diperbaiki tapi tidak diperbaiki, maka kami suspend secara permanen," papar Sudaryono.
DUNIA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 10 jam yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu




