Sejarah Hari Bonifacio 30 November: Perjuangan Sang Bapak Revolusi Filipina

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 29 November 2025 | 22:46 WIB
Andrés Bonifacio, tokoh revolusioner yang dijuluki Bapak Revolusi Filipina. (Foto/Ist)
Andrés Bonifacio, tokoh revolusioner yang dijuluki Bapak Revolusi Filipina. (Foto/Ist)

BeritaNasional.com -  Setiap 30 November, masyarakat Filipina memperingati Hari Bonifacio atau Bonifacio Day, sebuah hari nasional yang didedikasikan untuk mengenang jasa Andrés Bonifacio, tokoh revolusioner yang dijuluki Bapak Revolusi Filipina.

Peringatan ini bukan sekadar hari libur, tetapi momen penting untuk kembali menegaskan semangat perjuangan rakyat Filipina dalam meraih kemerdekaan dari penjajahan Spanyol.

Menariknya, Bonifacio diperingati pada hari kelahirannya, bukan hari kematiannya berbeda dengan José Rizal. Hal ini berkaitan dengan sejarah tragis Bonifacio yang dieksekusi bukan oleh penjajah asing, melainkan oleh sesama pejuang Filipina akibat konflik internal menjelang revolusi.

Awal Mula Peringatan Hari Bonifacio

Andrés Bonifacio lahir di Manila pada 30 November 1863. Ia berasal dari keluarga sederhana dan sejak muda harus bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Pendidikan formalnya terhenti, namun Bonifacio tumbuh menjadi pembelajar autodidak yang haus pengetahuan melalui buku-buku sejarah, politik, dan pemikiran dunia.

Perjalanan aktivismenya dimulai saat ia bergabung dengan La Liga Filipina, organisasi reformis yang dibentuk José Rizal. Namun, setelah Rizal ditangkap, Bonifacio bersama rekan-rekannya mendirikan organisasi baru bernama Katipunan pada 1892. Kelompok rahasia ini berkembang pesat dan menjadi penggerak utama Revolusi Filipina.

Pada 1895, Bonifacio diangkat menjadi Presiden Tertinggi Katipunan. Di bawah kepemimpinannya, jumlah anggota meningkat hingga puluhan ribu.

Ketika aktivitas Katipunan terbongkar pada 1896, Bonifacio memimpin pemberontakan besar-besaran melawan kolonial Spanyol.

Konflik Internal dan Akhir Tragis Bonifacio

Di tengah Revolusi Filipina, kemenangan pasukan Emilio Aguinaldo di wilayah Cavite memunculkan perpecahan dengan kelompok Katipunan versi Bonifacio.

Perbedaan pandangan ini kemudian berujung pada Konvensi Tejeros, sebuah pertemuan untuk membentuk pemerintahan revolusioner baru.

Dalam pemilihan tersebut, Bonifacio tidak terpilih sebagai presiden dan hanya ditempatkan pada jabatan rendah yang kemudian ia tolak. Keputusan itu memicu konflik baru. Bonifacio ditangkap dan pada 1897, ia dihukum mati atas tuduhan pengkhianatan putusan yang hingga kini masih menuai kontroversi dalam sejarah Filipina.

Sebagai bentuk penghormatan atas jasanya, pemerintah Filipina menetapkan 30 November sebagai hari libur nasional pada tahun 1921.

• 1863 – Bonifacio lahir di Manila
• 1895 – Menjadi Presiden Tertinggi Katipunan
• 1896 – Revolusi Filipina pecah setelah Katipunan terbongkar
• 1897 – Dieksekusi akibat konflik internal
• 1921 – 30 November ditetapkan sebagai Hari Bonifacio

Tradisi dan Cara Memperingati Hari Bonifacio

Peringatan ini dirayakan di seluruh Filipina melalui berbagai kegiatan kenegaraan hingga acara edukatif. Beberapa tradisi yang paling umum antara lain:

1. Mengunjungi Monumen Bonifacio

Pejabat negara, pelajar, hingga masyarakat melakukan tabur bunga dan penghormatan di berbagai monumen Bonifacio sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangannya.

2. Mendonasikan Buku

Karena Bonifacio dikenal sebagai pembelajar otodidak, menyumbangkan buku menjadi simbol penghormatan sekaligus dukungan terhadap pendidikan generasi muda.

3. Mempelajari Kembali Kisah Perjuangannya

Sekolah dan lembaga pendidikan memanfaatkan momen ini untuk mengajarkan nilai-nilai kepahlawanan, keberanian, dan pentingnya persatuan.

(Rep/Sisilia)sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: