Rapat Bareng DPR, Bupati Aceh Tamiang Ungkap Kebutuhan 15.000 Hunian Tetap

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 30 Desember 2025 | 13:10 WIB
Rapat bareng DPR, Bupati Aceh Tamiang ungkap kebutuhan 15.000 hunian tetap. (BeritaNasional/YouTube DPR RI)
Rapat bareng DPR, Bupati Aceh Tamiang ungkap kebutuhan 15.000 hunian tetap. (BeritaNasional/YouTube DPR RI)

BeritaNasional.com - Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi mengungkap, total kebutuhan hunian tetap (huntap) sebanyak 15.000 rumah, sehingga membutuhkan lahan yang besar agar kebutuhan hunian tetap tersebut tercapai.

"Karena hasil perhitungan kami lebih kurang itu 15.000 huntap yang kami butuhkan di Aceh Tamiang," ujar Armia saat rapat koordinasi pascabencana banjir yang digelar pimpinan DPR RI bersama Kementerian/Lembaga di Aceh, Selasa (30/12/2025).

Saat ini, Armia menjelaskan, Pemda Aceh Tamiang telah menyurati 14 perusahaan agar HGU-nya bisa dilepaskan untuk dibangun hunian sementara dan hunian tetap, mengingat tanah tersebut adalah aset pemerintah daerah (pemda).

"Kami sudah menyiapkan untuk pembangunan huntara dan huntap. Baik itu tanah yang merupakan aset pemerintah daerah. Kami juga sudah menyurati beberapa perusahaan HGU. Ada 14 perusahaan HGU yang kami mintakan untuk bisa dilepaskan sebagai tempat nantinya akan dibangunkan huntara atau huntap," jelas Armia.

Adapun jumlah rumah yang hilang akibat banjir di Aceh Tamiang sebanyak 4.839 rumah. Rumah tersebut tersebar di beberapa kampung, dan juga di pinggiran sungai.

"Rumah yang hilang di Aceh Tamiang, hitungan kami masih dinamis, sebanyak 4.839 rumah. Yang hilang. Jadi ini ada di beberapa kampung atau berbagai desa memang betul hilang, terutama yang di pinggir sungai," kata Armia.

Kemudian, Armia menerangkan, tercatat ada 8.509 rumah yang mengalami rusak berat, 9.366 rusak sedang dan 15.174 rusak ringan.

"Kemudian yang rusak berat itu ada 8.509 buah. Rusak sedang ada 9.366 buah, dan rusak ringan sebanyak 15.174 buah. Kami sudah menyiapkan untuk pembangunan huntara dan huntap," ujar Armia.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: