Kemhan Pastikan Dukung Wacana Presiden Prabowo Pangkas Anggaran Pertahanan

Oleh: Bachtiarudin Alam
Senin, 20 Juli 2026 | 12:59 WIB
Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. (Foto/Ist)
Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. (Foto/Ist)

BeritaNasional.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan mendukung seluruh kebijakan Presiden Prabowo Subianto, termasuk wacana melakukan efisiensi anggaran pertahanan demi mempercepat pengentasan kemiskinan, kemiskinan ekstrem, dan kelaparan di Indonesia.

“Tentu. Kementerian Pertahanan mendukung setiap kebijakan Presiden yang ditetapkan demi kepentingan nasional,” kata Kepala Biro Infohan Sekjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi Senin (20/7/2026).

Menurutnya, kebijakan pengelolaan APBN merupakan kewenangan Presiden yang senantiasa disusun berdasarkan kepentingan nasional secara menyeluruh. Sebagaimana diamanatkan dalam Asta Cita dan Perpres Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara, pertahanan mencakup aspek militer dan nirmiliter. 

“Karena itu, setiap kebijakan anggaran, termasuk apabila terdapat penyesuaian, tetap merupakan bagian dari strategi negara untuk memperkuat kedaulatan, keamanan, sekaligus kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran untuk mempercepat pengentasan kemiskinan, kemiskinan ekstrem, dan kelaparan di Indonesia.

Bahkan, jika diperlukan, anggaran sektor pertahanan maupun kepolisian siap dikurangi demi memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan usai memimpin panen raya serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

"Kita harus menghilangkan kelaparan, kemiskinan, dan kemiskinan ekstrem. Kita akan terus melakukan efisiensi anggaran. Bila perlu anggaran pertahanan dan polisi kita kurangi untuk menghapus kemiskinan," ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan, kebijakan efisiensi anggaran merupakan bagian dari strategi pemerintah mempersiapkan Indonesia menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada 2045-2050.

Menurutnya, target tersebut hanya bisa dicapai jika pemerintah mampu meningkatkan kualitas generasi muda sejak sekarang.

"Anak-anak yang hari ini masih duduk di bangku sekolah akan menjadi tulang punggung Indonesia 25 tahun mendatang. Karena itu mereka harus dipersiapkan dengan baik," katanya.

Di akhir pidatonya, Prabowo kembali menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan institusi milik rakyat. Karena itu, seluruh kekuatan negara harus diarahkan untuk membantu masyarakat serta mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang mereka hadapi.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: