Jadi Motor Penggerak Global, Indonesia Usulkan 3 Aksi Nyata Tata Kelola AI di WAICO 2026

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 19 Juli 2026 | 03:00 WIB
Perwakilan Indonesia di ajang Konferensi AI Dunia WAICO 2026. (Foto/Kemkomdigi)
Perwakilan Indonesia di ajang Konferensi AI Dunia WAICO 2026. (Foto/Kemkomdigi)

BeritaNasional.com - Pemerintah Indonesia menyambut positif berdirinya World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) sebagai wadah strategis untuk kerja sama kecerdasan artifisial internasional. 

Bagi Indonesia, WAICO memiliki peran krusial yang lebih besar dari sekadar forum diskusi, melainkan menjadi bagian penting dari tata kelola AI global sekaligus jembatan transfer teknologi yang adil antarnegara.

Langkah ini berjalan beriringan dengan kebijakan dalam negeri. Saat ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tengah memfinalisasi Regulasi Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Indonesia 2026–2029 serta Panduan Etika AI. 

Kebijakan ini dirancang agar pemanfaatan teknologi AI di tanah air ke depan tetap berbasis pada nilai kemanusiaan, keterbukaan, keamanan data, serta inovasi yang bertanggung jawab.

Indonesia Sodorkan 3 Usulan Kerja Sama Konkret

Sebagai bentuk tindak lanjut dari deklarasi pendirian WAICO, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo hadir dalam pertemuan Informal Preparatory Session on the establishment of WAICO di Shanghai pada Jumat (17/7/2026). 

Menjadi perwakilan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wamen Angga bertemu dengan delegasi dari 26 negara lainnya.

Dilansir dari laman resmi Kemkomdigi, dalam forum tersebut, Indonesia secara resmi menyodorkan tiga poin kerja sama konkret untuk dijalankan bersama anggota WAICO, yaitu:

  1. Pengembangan riset serta transfer teknologi.
  2. Pertukaran wawasan dan pengetahuan seputar pengembangan kota cerdas (smart city).
  3. Peningkatan dan pengembangan kapasitas talenta digital.

Selain menawarkan program kerja sama, Indonesia mengingatkan komunitas internasional mengenai tiga prinsip mendasar agar WAICO dapat memberikan dampak positif yang adil bagi seluruh dunia.

Tata kelola AI global harus melahirkan tindakan konkret untuk mengikis kesenjangan digital. Hal ini mencakup pendanaan yang terjangkau, tata kelola data yang aman, serta pemanfaatan AI yang mendukung pelaku UMKM, menjaga kelestarian bahasa lokal, dan menjawab kebutuhan negara-negara berkembang.

Indonesia mendukung penuh lahirnya inovasi AI, namun dengan pendekatan berbasis risiko yang diselaraskan dengan kondisi serta konteks nasional tiap-tiap negara.

Indonesia mendorong agar WAICO berjalan selaras dengan arsitektur multilateral PBB untuk menghindari terjadinya tumpang tindih fungsi (duplikasi) atau perpecahan sistem (fragmentasi).

Melalui komitmen dan kontribusi aktif ini, Indonesia menyatakan kesiapannya untuk mengawal pembentukan WAICO agar menjadi organisasi yang inklusif, merangkul semua pihak, dan memberikan manfaat riil bagi masyarakat luas.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: