Deklarasi Pendirian WAICO, Airlangga Tegaskan Sikap Nonpolitik Indonesia

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto. (BeritaNasional/Panji Septo)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto. (BeritaNasional/Panji Septo)

BeritaNasional.com -  Indonesia tidak memihak kepada Amerika Serikat (AS) atau pun China dalam hal teknologi khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Shanghai China, Jumat (17/7/2026).

Dalam konferensi pers bersama Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo dan Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun, ia menyampaikan sikap Indonesia netral atau nonpolitik. 

"Dalam masalah digital termasuk ada soal AI maka hal itu adalah produk teknologi dan ini merupakan alat yang sifatnya netral atau non politik," ucapnya.

Indonesia sebutnya terlibat penandatanganan deklarasi pendirian Organisasi Kerja sama Kecerdasan Artifisial Global (World Artificial Intelligence Cooperation Organization atau WAICO) yang diinisiasi China.

Namun Indonesia juga terlibat dalam pembicaraan soal Pax Silica yang dinisiasi oleh Amerika Serikat.

"Indonesia juga berproses dalam apa yang disebut dengan Pax Silica, yang sebenarnya hal ini juga bukan dua hal yang yang dipertentangkan karena orientasi dan prioritas keduanya berbeda karena WAICO murni berbicara dengan konsentrasi AI sebagai 'tools' sedangkan AS mengembangkan Pax Silica lebih mencakup ke ekosistem yang lebih luas termasuk digital," terangnya.

Airlangga juga menjelaskan kerja sama digital dengan AS sudah tercakup dalam Agreement on Reciprocal Trade pada bab khusus mengenai digital.

"Dalam masalah digital termasuk ada soal AI, kami ingin perdalam yang sifatnya 'Pax Silica' yang lebih bilateral"

Pax Silica merupakan inisiatif Departemen Luar Negeri Amerika Serikat di bidang AI dan keamanan rantai pasokan.

Inisiatif ini bertujuan untuk membangun konsensus keamanan ekonomi baru di antara sekutu dan mitra terpercaya untuk memajukan rantai pasokan yang aman, makmur, dan inovatif yang mencakup mineral penting, input energi, manufaktur canggih, semikonduktor, AI dan infrastruktur teknologi.

KTT Pax Silica perdana diadakan di Washington, AS 12 Desember 2025 beberapa mitra pun menandatangani Deklarasi Pax Silica.yang kini beranggotakan Australia, Finlandia, India, Israel, Jepang, Norwegia, Qatar, Korea Selatan, Singapura, Swedia, Filipina, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Amerika Serikat.

Taiwan telah mendukung prinsip-prinsip deklarasi Pax Silica melalui Pernyataan Bersama tentang Deklarasi Pax Silica dan Kerja Sama Keamanan Ekonomi AS-Taiwan.

Departemen Luar Negeri AS rencananya segera mengumumkan Proyek Bantuan Kecerdasan Buatan Pax Silica yang baru untuk Panama, dan mitra Pax Silica yang mengirimkan produk rantai pasokan AI bernilai tinggi melalui Panama. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: