Deklarasi Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia, Anggota Dewan Datangi Dubes Amerika Serikat
BeritaNasional.com - Sejumlah anggota DPR RI dan DPD RI membentuk Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia. Kaukus ini dibentuk sebagai bentuk kepedulian dan gerakan moral untuk mendorong perdamaian dunia karena melihat gejolak geopolitik yang mengarah kepada peperangan antar bangsa.
Kaukus dideklarasikan bersama oleh anggota DPR Fraksi Golkar Ahmad Doli Kurnia, Fraksi PAN Saleh Daulay, Fraksi PKS Mardani Ali Sera, Fraksi PDIP Sofyan Dedi, Fraksi PKB Eva Monalisa, Fraksi Golkar Ahmad Irawan, sampai anggota DPD RI Muhammad Nuh. Total sekitar 30 anggota Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia.
"Kaukus ini sebetulnya kita inisiasi sebagai bentuk kepedulian dan gerakan moral ya, dan mungkin juga sebagai gerakan politik Parlemen Indonesia untuk tetap menjaga perdamaian dunia," jelas Ahmad Doli Kurnia di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (6/3/2026).
Menurut Doli saat ini kondisi dunia sedang dilanda peperangan. Mulai dari perang Rusia dan Ukraina, invasi Israel ke Palestina, hingga perang AS-Israel dengan Iran. Bahkan, prajurit TNI gugur saat bertugas sebagai penjaga perdamaian akibat serangan Israel ke Lebanon.
"Tentu ini kita tidak boleh biarkan, tidak boleh kita berdiam diri gitu. Nah maka kami sepakat untuk mengambil inisiatif membentuk Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia," jelasnya.
Kaukus ini akan berkoordinasi dengan pimpinan DPR, DPD sampai MPR RI agar menjadi gerakan institusional resmi untuk mendorong pemerintah Indonesia mengambil langkah serius untuk mengakhiri perang dan menciptakan perdamaian dunia.
Kaukus akan bekerja dengan sejumlah agenda, seperti kampanye penciptaan perdamaian dunia. Kaukus akan mendatanngi kedutaan besar negara-negara terlibat. Termasuk Amerika Serikat, Iran, dan negara-negara teluk.
"Salah satu agenda pentingnya nanti adalah mendatangi kedutaan besar-kedutaan besar negara-negara yang terlibat ya," jelas Doli.
Berikut pernyataan deklarasi dan pernyataan sikap Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia:
- Mengecam agresi militer. Parlemen Indonesia, DPR, DPD, MPR RI mengecam keras seluruh bentuk agresi militer yang dilakukan oleh pihak manapun yang memperluas konflik dan menimbulkan korban sipil.
- Menjamin keamanan jemaah haji. Pentingnya mengupayakan de-eskalasi di seluruh Timur Tengah untuk menjamin keamanan jemaah haji yang akan segera dilaksanakan.
- Menolak perang sebagai instrumen politik. Menegaskan bahwa perang bukan solusi yang sah dalam penyelesaian konflik internasional dan bertentangan dengan hukum humaniter internasional.
- Menyerukan gencatan senjata dan penghentian perang segera. Mendesak dilakukannya gencatan senjata total dan tanpa syarat di seluruh wilayah konflik termasuk Iran, Israel dan Lebanon.
- Pentingnya perlindungan warga sipil. Menuntut seluruh pihak menghormati Konvensi Jenewa, menghentikan serangan terhadap warga sipil, tenaga medis dan fasilitas publik.
- Perlindungan pasukan perdamaian PBB. Mengutuk keras serangan Israel terhadap pasukan UNIFIL yang menyebabkan gugurnya 3 prajurit TNI dan menuntut jaminan keamanan penuh bagi seluruh peacekeepers.
- Indonesia garda terdepan perdamaian dunia. Mendukung pemerintah untuk mengambil sikap yang lebih tegas serta berperan aktif dalam upaya mengakhiri perang dan menjadi garda terdepan mewujudkan perdamaian dunia melalui berbagai instrumen diplomasi dalam koridor konstitusi dan kebijakan politik luar negeri bebas aktif.
- Mendukung penguatan PBB. Mendorong Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil langkah konkret termasuk resolusi penghentian konflik dan mekanisme perlindungan internasional.
- Menolak intervensi dan meningkatkan eskalasi politik. Menolak segala bentuk intervensi militer yang memperluas perang regional dan meningkatkan risiko konflik global.
- Mendorong diplomasi multilateral. Mendukung penyelesaian melalui jalur diplomasi, dialog konstruktif dan mekanisme multilateral yang inklusif.

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







