Kontroversi Baru Trump! Ingin Presiden FIFA Gianni Infantino Pimpin PBB

Oleh: Kiswondari
Kamis, 23 Juli 2026 | 07:29 WIB
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden FIFA Gianni Infantino (kanan) di Final World Cup FIFA 2026, Minggu (19/7/2026). (BeritaNasional/FIFA)
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden FIFA Gianni Infantino (kanan) di Final World Cup FIFA 2026, Minggu (19/7/2026). (BeritaNasional/FIFA)

BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tak pernah jauh dari kata kontroversi. Bahkan yang terbaru, Trump disebut mengingkan Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres yang masa jabatannya akan segera berakhir. 

Berdasarkan laporan New York Post dengan mengutip seseorang yang dekat dengan Trump, menyebut bahwa Presiden AS itu percaya Infantino "dihormati oleh semua orang di seluruh dunia" dan memiliki "kemampuan khusus untuk menyatukan orang". Namun, tidak dijelaskan apakah eksekutif sepak bola dunia itu menginginkan pekerjaan tersebut.

Diketahui, Infantino memiliki hubungan yang dekat dengan Trump, bahkan menganugerahinya Hadiah Perdamaian FIFA perdana pada Trump di bulan Desember 2025 lalu, usai Presiden AS ini berulang kali menyatakan bahwa ia pantas mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian atas upayanya mengakhiri konflik.

Persahabatan Trump dan Infantino juga menjadi sorotan selama Piala Dunia FIFA, yang diselenggarakan bersama AS dengan Kanada dan Meksiko dari 11 Juni-19 Juli. Jelang babak 16 besar, FIFA secara tiba-tiba menangguhkan hukuman diskualifikasi satu pertandingan terhadap striker AS, Folarin Balogun. Dan Trump kemudian mengonfirmasi bahwa dia secara pribadi menelepon Infantino untuk meninjau hukuman tersebut, yang disebutnya tidak adil.

Atas putusan itu, badan pengatur sepak bola Eropa, UEFA pun mengutuk keputusan FIFA dan Trump sebagai kasus campur tangan politik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, Infantino membantah perannya dalam keputusan terkait pemain Amerika tersebut. Meksipun akhirnya, AS tersingkir setelah kalah 4-1 dari Belgia.

Sebagai informasi, Sekretaris Jenderal PBB yang baru akan dipilih akhir tahun ini karena masa jabatan Antonio Guterres berakhir pada Desember 2026. Untuk bisa duduk di posisi tersebut, calon Sekjen PBB harus disetujui oleh Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 orang dan juga oleh Majelis Umum. Yang perlu menjadi catatan, semua orang yang pernah memegang posisi tersebut adalah mantan politisi atau diplomat.

Walaupun anggota tetap Dewan Keamanan PBB memegang kekuasaan dalam pengambilan keputusan yang sebenarnya, sekretaris jenderal bertindak sebagai perwakilan utama organisasi dunia itu di panggung global.

Selain jabatannya sebagai Presiden AS, Trump, sebelumnya sukses sebagai pembawa acara reality show The Apprentice, yang telah menunjuk beberapa mantan atlet dan tokoh hiburan ke posisi pemerintahan AS. Trump juga menunjuk Linda McMahon, salah satu pendiri dan mantan CEO WWE, sebagai menteri pendidikan selama masa jabatan keduanya.

Sumber: Russia Todaysinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: