6 Anggota UNIFIL Gugur, PBB Desak Hentikan Serangan Militer ke Lebanon

Oleh: Bachtiarudin Alam
Sabtu, 25 April 2026 | 11:36 WIB
Sekjen PBB Antonio Guterres. (Foto/un.org)
Sekjen PBB Antonio Guterres. (Foto/un.org)

BeritaNasional.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak agar seluruh serangan militer yang menyasar wilayah Lebanon harus segera dihentikan, agar tidak ada lagi korban.

“Serangan-serangan ini harus dihentikan,” tegas Guterres melalui akun media sosial resmi X, Sabtu (25/4/2026).

Desakan itu menyusul jatuhnya korban dari pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), di mana sudah enam prajurit gugur dan empat di antaranya prajurit TNI sejak eskalasi konflik di Lebanon.

“Enam penjaga perdamaian yang bertugas di UNIFIL kini telah tewas dan beberapa lainnya mengalami luka serius menyusul insiden baru-baru ini di tengah permusuhan antara Hizbullah dan Pasukan Pertahanan Israel,” tulisnya.

Kabar terbaru, prajurit TNI, Praka Rico Pramudia yang gugur setelah menjalani perawatan akibat luka berat dari ledakan artileri dari tank Israel saat menghantam markas pasukan pada 29 Maret 2026.

“Saya turut berduka cita atas meninggalnya seorang lagi pasukan penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia akibat luka-luka yang dideritanya setelah insiden pada bulan Maret, ketika sebuah peluru yang ditembakkan dari tank Pasukan Pertahanan Israel menghantam posisi @UNIFIL_ di Lebanon selatan, menurut temuan awal UNIFIL,” ungkapnya.

Atas kejadian ini, Guterres turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga para korban. Dia juga mendoakan pemulihan bagi para penjaga perdamaian lain yang terluka dalam insiden tersebut.

“Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega dari para penjaga perdamaian yang gugur, dan saya berharap agar para korban luka lainnya segera pulih sepenuhnya,” tambahnya.

Sebelumnya, Pemerintah İndonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengutuk keras serangan Israel yang menjadi dalang gugurnya Kopral Rico Pramudia selaku pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Serangan itu diduga dilancarkan dari artileri tank Israel yang menghantam markas komando di kota Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan pada 29 Maret 2026 lalu.

“Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya peacekeeper Indonesia,” kata Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela dalam keterangannya, dikutip Sabtu (25/5/2026).

Vahd menyebut İndonesia terus mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini.

“Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tegasnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: