Herman Khaeron: Restrukturisasi BUMN Penting agar Target Kontribusi Fiskal Tercapai
BeritaNasional.com - Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menilai pembenahan badan usaha milik negara (BUMN) melalui restrukturisasi harus menjadi prioritas sebelum pemerintah menjalankan kebijakan streamlining atau penggabungan perusahaan.
Menurut Herman, masih banyak BUMN yang menghadapi persoalan keuangan sehingga membutuhkan penanganan terlebih dahulu sebelum dilakukan pengelompokan maupun penggabungan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung target Presiden Prabowo Subianto meningkatkan kontribusi BUMN terhadap penerimaan negara.
"Dalam pandangan saya semestinya tidak streamlining dulu dikedepankan, namun restructuring dulu. Bagaimana melakukan restrukturisasi terhadap perusahaan BUMN yang rugi saat ini?" kata Herman saat berkunjung ke redaksi Berita Nasional, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Sekjen Partai Demokrat ini menjelaskan, terdapat sejumlah opsi restrukturisasi yang dapat ditempuh pemerintah. Mulai dari restrukturisasi aset dan utang, penggabungan dengan perusahaan lain sepanjang tidak merugikan BUMN yang sehat, hingga pembubaran perusahaan dengan tetap memenuhi kewajiban kepada para kreditur.
"Kalau rugi itu apakah mereka tetap dilanjutkan dengan melakukan restrukturisasi? Baik restrukturisasi aset maupun hutang. Yang kedua, apakah perusahaan ini bisa di-merge dengan perusahaan lain namun tidak merugikan terhadap BUMN lainnya? Yang ketiga, perusahaan ini bisa dipailitkan atau dibubarkan dengan catatan pemerintah turut bertanggung jawab memenuhi kewajiban terhadap para pemilik kewajiban yang harus diselesaikan," ujarnya.
Herman mengatakan pembenahan tersebut menjadi penting agar target pemerintah menjadikan BUMN sebagai penyumbang fiskal yang lebih besar dapat direalisasikan.
"Sehingga target-target Presiden Prabowo Subianto yang ingin meningkatkan kapasitas BUMN sebagai bagian penyumbang fiskal kepada negara yang semakin meningkat. Bahkan perhitungan return on asset-nya juga sudah jelas. Kalau nggak bisa 10 persen ya 5 persen lah. Kalau 5 persen masih rasional untuk perhitungan return on asset-nya. Artinya semua bisa mengejar ke arah itu," tuturnya.
Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron saat berkunjung ke redaksi Berita Nasional. (BeritaNasional)
Ia menambahkan, seluruh BUMN harus diarahkan menjadi perusahaan yang sehat, mampu menghasilkan keuntungan, serta mengelola utang secara produktif.
"Kalau misalkan seluruh BUMN yang sehat kemudian bisa mengejar ke arah ROA (Return on Asset) yang lebih baik, dan kemudian bisa mengelola hutang dengan baik. Tapi hutang itu kan boleh-boleh saja sepanjang bisa dikelola menjadi keuntungan. Tapi kalau hutang menjadi beban, ini yang menurut saya akan membebani terhadap BUMN ke depan," katanya.
Herman juga mengingatkan agar kebijakan streamlining tidak justru mengurangi kemampuan BUMN yang selama ini telah mencetak laba dan menyetor dividen kepada negara.
Menurutnya, pemegang amanah di Danantara Asset Management maupun Badan Pengaturan BUMN perlu mempertimbangkan kesehatan masing-masing perusahaan sebelum menjalankan kebijakan streamlining agar tujuan memperkuat kinerja BUMN benar-benar tercapai.
"Selama hotel ini menguntungkan untuk BUMN tertentu sebagai fondasi mereka untuk mendapatkan keuntungan, bahkan kemudian memberikan dividen kepada negara, ya biarkan saja. Jangan kemudian sesuatu yang untung dicabut, yang rugi dikelola mereka. Ya semakin rugi. Atau perusahaan yang sudah untung digabungkan dengan perusahaan yang rugi menjadi rugi. Semakin tidak ada dividen kepada negara. Nah ini yang harus dipikirkan," ujar Herman.
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu







