Buntut Kericuhan Final Piala Dunia 2026, Gavi Buka Suara soal Ancaman Sanksi Leandro Paredes
BeritaNasional.com - Tensi tinggi laga Final Piala Dunia 2026 di New Jersey, Amerika Serikat (AS), yang melibatkan Gavi dan Leandro Paredes masih menjadi pembicaraan.
Meski sempat didorong dan menjadi sasaran amarah gelandang Argentina tersebut, Gavi justru seolah membela sang rival yang terancam disanksi oleh FIFA.
Gelandang muda FC Barcelona itu menilai Paredes tidak perlu dijatuhi hukuman skorsing berat oleh FIFA meskipun emosi di lapangan saat itu.
Insiden tersebut bermula sesaat setelah peluit panjang berbunyi. Paredes terlibat adu mulut sengit dengan bek Spanyol Eric Garcia.
Gavi yang berniat melerai justru menjadi sasaran utama kekesalan Paredes hingga berujung pada aksi dorong.
Gavi: Sepak Bola Punya Sisi Agresif
Meski menjadi korban, Gavi menegaskan dirinya tidak menaruh dendam dan enggan melihat gelandang Boca Juniors itu absen lama dari lapangan hijau.
Namun, ia tidak menampik bahwa tindakan tersebut memberikan contoh yang buruk bagi penonton usia muda.
"Skorsing? Tidak, saya rasa dia (Paredes) tidak seharusnya dihukum sejauh itu. Saya tahu itu bukan citra yang baik untuk anak-anak, tetapi sepak bola memang memiliki sisi fisik dan agresif," ujar Gavi yang dikutip dari Marca pada Kamis (23/7/2026).
Bagi Gavi, tensi panas di lapangan adalah hal yang lumrah dalam sepak bola dan seharusnya diselesaikan di atas rumput saja.
"Hal yang logis adalah mengusirnya (kartu merah) saat pertandingan berjalan, dan selesai sampai di situ. Pada akhirnya, ini adalah sepak bola, dan menurut saya esensinya harus tetap seperti itu," tambahnya.
Skuad Argentina Terancam Sanksi FIFA
Posisi Leandro Paredes dan beberapa penggawa Albiceleste nyatanya belum aman.
FIFA dilaporkan tengah meninjau ulang rekaman video kericuhan pascapertandingan untuk menentukan kemungkinan sanksi disiplin atas perilaku kekerasan.
Berdasarkan Kode Disiplin FIFA, tindakan kekerasan fisik seperti menyikut, menendang, memukul, atau mendorong lawan secara berlebihan terancam hukuman minimal skorsing tiga pertandingan, atau bahkan lebih lama.
Selain Paredes, bek Argentina Nahuel Molina juga masuk radar investigasi. Molina diduga kuat melayangkan pukulan ke dada Rodri saat berlari merayakan gelar juara. Hal itu memicu ketegangan susulan antarpemain.
Tak hanya urusan gesekan fisik, FIFA kabarnya juga tengah menyoroti aksi politik sejumlah pemain Argentina yang membentangkan spanduk bertuliskan "Kepulauan Falkland adalah milik Argentina" usai laga semifinal kontra Inggris. Keputusan resmi FIFA terkait sanksi disiplin ini diperkirakan akan rilis dalam beberapa hari ke depan.
Sumber: Marca
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 20 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 22 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







