Indonesia Kutuk Serangan Israel yang Tewaskan Prajurit UNIFIL Asal RI
BeritaNasional.com - Pemerintah İndonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengutuk keras serangan Israel yang menjadi dalang gugurnya Kopral Rico Pramudia selaku pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Di mana serangan itu diduga dilancarkan dari artileri tank Israel yang menghantam markas komando di kota Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan pada 29 Maret 2026 lalu.
“Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya peacekeeper Indonesia,” kata Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela dalam keterangannya, dikutip Sabtu (25/5/2026).
Vahd menyebut İndonesia terus mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini.
“Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tegasnya.
Sebab, lanjut Vahd, keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB yang didalamnya didukung prajurit berbagai negara termasuk TNI tidak dapat ditawar.
“Oleh karenanya, Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan PBB dan negara-negara kontributor pasukan untuk memperkuat perlindungan bagi seluruh personel di lapangan. Termasuk melalui evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan keamanan serta penguatan langkah mitigasi risiko di wilayah operasi UNIFIL,” jelasnya.
Sementara dari serangan itu, sedianya Kopral Rico telah menjalani penanganan dilakukan secara cepat dan optimal oleh tim medis di Beirut. Namun, akibat luka berat yang dialami, nyawa prajurit tidak dapat diselamatkan.
“Pemerintah menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Negara hadir untuk memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum atas pengabdian dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia,” jelas dia.
“Pemerintah terus berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan proses repatriasi jenazah dapat dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan,” sambung dia.

PERISTIWA | 18 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







