261 Orang Dilarikan ke RS Akibat Gelombang Panas di Jepang
BeritaNasional.com - Dinas Pemadam Kebakaran Tokyo menyatakan, total sementara 261 orang dilarikan ke rumah sakit karena diduga mengalami serangan panas. Hal ini akibat terjadinya gelombang panas yang melanda Jepang.
Dinas Pemadam Kebakaran Tokyo menyebutkan, jumlah korban gelombang panas ini lebih tinggi daripada yang terjadi pada 2022.
Jumlah panggilan darurat juga mencapai rekor tertinggi pada Selasa (21/7), dengan total sementara sebanyak 3.454. Ini merupakan angka tertinggi sejak data pertama kali dikumpulkan pada 1963.
Jumlah orang yang melaporkan gejala kelelahan akibat panas, termasuk demam dan sakit kepala, juga mulai meningkat tajam akhir pekan lalu karena suhu yang lebih tinggi.
Dari 261 kasus darurat serangan panas, kelompok terbesar atau sebanyak 55 kasus dialami oleh orang-orang berusia sekitar 80 tahun, disusul 53 kasus yang dialami orang berusia sekitar 70 tahun, dan 27 kasus dialami oleh kelompok masyarakat berusia sekitar 50 tahun.
Menurut Badan Meteorologi Jepang, suhu naik hingga 36,4 derajat Celcius pada Selasa di pusat kota Tokyo.
Gelombang panas tersebut juga tampaknya berakibat fatal, ketika seorang pria berusia 84 tahun di Kota Otawara, Prefektur Tochigi, Jepang timur, meninggal dunia karena diduga terserang panas.
Menurut dinas pemadam kebakaran setempat, pria itu ditemukan pingsan di dalam rumah kaca plastik sekitar pukul 14.15 pada Selasa oleh putranya. Namun ia tak tertolong dan meninggal di rumah sakit.
Suhu di Jepang bahkan mencapai 40 derajat Celcius. Cuaca panas juga berdampak ke bidang olahraga, memicu pembatalan pertandingan bisbol liga kecil yang dimulai pukul 12 siang waktu setempat di Saitama, dekat Tokyo, karena cuaca yang sangat panas.
Sumber: Antara
OLAHRAGA | 17 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 20 jam yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 18 jam yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 22 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 19 jam yang lalu




