Gelombang Panas Sebabkan Gangguan Listrik di Prancis

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Senin, 13 Juli 2026 | 21:00 WIB
Ilustrasi gelombang panas. (Foto/freepik)
Ilustrasi gelombang panas. (Foto/freepik)

BeritaNasional.com - Perusahaan utilitas listrik Prancis, EDF terpaksa menghentikan operasi tiga reaktor nuklir dan mengurangi produksi listrik di delapan reaktor lainnya, akibat gelombang panas yang melanda negara itu, lapor harian Le Parisien.

Langkah itu terpaksa dilakukan akibat cuaca ekstrem serta karena gelombang panas.

Reaktor Nomor 2 di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Golfech yang berada di Sungai Garonne, Reaktor Nomor 3 di PLTN Bugey di Sungai Rhone, serta Reaktor Nomor 2 di PLTN Chooz di Sungai Meuse dihentikan operasinya.

Selain itu, EDF juga mengurangi kapasitas produksi di PLTN Saint-Alban, Blayais, Bugey, Chooz, dan Tricastin.

Sesuai regulasi lingkungan di Prancis, EDF wajib mengurangi produksi reaktor ketika suhu air sungai melampaui ambang batas tertentu guna melindungi ekosistem perairan. 

Gelombang panas ternyata meningkatkan suhu sungai, hingga mencapai tingkat kritis sehingga operator harus mengambil langkah tersebut.

Prancis dan sejumlah negara Eropa lainnya mengalami cuaca panas ekstrem dalam beberapa pekan terakhir akibat gelombang panas.

Pada akhir Juni, badan meteorologi Prancis mengeluarkan peringatan cuaca tingkat tertinggi di 72 dari 96 wilayah administratif di negara itu, yang menjadi rekor baru.

Suhu udara saat itu mendekati 40 derajat Celsius dan bahkan melampaui angka tersebut di beberapa daerah.


Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: