Plot Twist! Pengirim Pesan Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Ternyata Orang Tua Murid

Oleh: Bachtiarudin Alam
Senin, 13 Juli 2026 | 20:41 WIB
Pelaku pengirim pesan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa, Jaksel, Senin (13/7/2026). (BeritaNasional/Bachtiar)
Pelaku pengirim pesan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa, Jaksel, Senin (13/7/2026). (BeritaNasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Polisi berhasil mengungkap sosok pria inisial MY (34) yang saat ini harus berurusan dengan hukum akibat ulah pesan teror bom ke SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel).

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin menyebut, berdasarkan hasil penyelidikan MY ternyata orang tua dari salah satu murid di sekolah tersebut. 

"Setelah pelaku diamankan, ternyata anaknya pelaku juga bersekolah di sekolah tersebut," kata Iman kepada wartawan, Senin (13/7/2026). 

Iman mengatakan, berdasarkan pengakuan MY, dirinya sempat menjemput anaknya usai mengirimkan pesan tersebut. Pesan teror bom itu pun diakui terduga pelaku iseng dikirim kepada pihak sekolah.

"Tadi pagi yang bersangkutan sempat juga menjemput anaknya dari sekolah pada saat diberitahukan ada teror terkait dengan ancaman bom tersebut," imbuhnya. 

Bahkan, lanjut Iman, berdasarkan keterangan saksi yang diperiksa ternyata teror bom semacam ini sempat dilakukan MY kepada ketua RT lingkungan tempatnya tinggal.

"Karena sebelumnya yang bersangkutan juga pernah mengirimkan WA yang sama ke ketua RT-nya. Kejadiannya (mengirim teror ke RT) sudah lama, baru terungkap tadi setelah kami lakukan pengamanan pasca yang bersangkutan mengirimkan teror ancaman bom ke sekolah Srengseng tersebut," jelasnya.

Atas tindakannya ini, MY saat ini akan menjalani proses pemeriksaan kejiwaan. Sebagai bagian penerapan metode scientific crime investigation (SCI) dengan melibatkan ahli psikologi forensik untuk mendalami motif pesan teror bom tersebut.

"Betul (dicek kejiwaan pelaku). Untuk mengungkap dan menggali secara komprehensif motif maupun keterlibatan pelaku. Penyidik akan melibatkan psikologi forensik dan menerapkan metode scientific crime investigation melalui pemeriksaan barang bukti digital, analisis forensik serta pendekatan ilmiah lainnya," kata Kanit Krimum Polres Metro Jaksel, Ipda Alpino De Tech dihubungi terpisah.

Lebih lanjut, Alpino mengatakan, saat ini terduga pelaku MY masih bersatus sebagai saksi. Polisi masih melakukan pemeriksaan intensif kepada MY untuk nantinya menentukan status hukumnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: