Daftar Ancaman Teror Bom yang Menyasar Sekolah di Indonesia, Apa Kesamaannya?
BeritaNasional.com - Ancaman bom yang menyasar sekolah kembali menjadi perhatian publik usai pesan teror diterima SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7/2026) yang merupakan hari pertama sekolah. Ancaman tersebut disampaikan melalui pesan kepada pihak sekolah yang mengklaim terdapat bom di 11 titik, polisi bersama Tim Gegana pun langsung melakukan sterilisasi dan memastikan tidak ditemukan bahan peledak di lokasi.
Peristiwa ini menambah daftar ancaman bom yang dalam beberapa tahun terakhir menyasar institusi pendidikan di Indonesia. Meskipun sebagian besar terbukti merupakan ancaman palsu, setiap laporan tetap memicu evakuasi, penghentian sementara, hingga pengerahan tim penjinak bom.
Daftar Ancaman Bom di Sekolah
1. SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan (2026)
Pada 13 Juli 2026, Sekolah Dasar negeri di Jagakarsa ini menerima pesan ancaman bom yang menyebut terdapat 11 titik bom di area sekolah. Aparat kepolisian dan tim gegana melakukan penyisiran menyeluruh.
2. Jakarta Nanyang School di Kabupaten Tangerang, dan Mentari Intercultural School di Tangerang Selatan (2025)
Pada Oktober 2025, dua sekolah internaational menerima ancaman bom melalui Whatsapp dan email. Pelaku mengaku telah memasang bom di lingkungan sekolah serta meminta tebusan US$ 30.000 dalam bentuk bitcoin. Tim Gegana melakukan sterilisasi dan tidak menemukan bahan peledak.
3. North Jakarta Intercultural School (NJIS) di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara. (2025)
Sehari setelah ancaman bom di Tangerang, ancaman serupa diterima sebuah sekolah international di Kelapa Gading. Polisi menduga pelaku yang sama karena menggunakan modus, nomor telepon, dan pola pesan yang sama. Pemeriksaan kembali dilakukan dan ancaman tersebut merupakan hoaks.
4. Sepuluh Sekolah di Depok (2025)
Pada Desember 2025, sebanyak 10 sekolah di Depok menerima email ancaman bom secara bersamaan. Polisi kemudian menangkap seorang mahasiswa berinisial HRR sebagai tersangka. Berdasarkan penyelidikan, motif pelaku bukan terorisme, melainkan persoalan pribadi setelah lamarannya kepada mantan kekasih ditolak. Seluruh ancaman tersebut dipastikan tidak disertai keberadaan bom.
Kesamaan Pola Teror Bom
- Ancaman disampaikan melalui media digital, seperti email dan whatsapp
- Tidak ditemukannya keberadaam bom yang beredar seperti ancaman
- Motif bukan terkait aksi terorisme
Fakta-fakta Ancaman Bom di Sekolah
- Setiap ancaman bom tetap diperlakukan sebagai situasi darurat hingga proses strerilisasi selesai.
- Ancaman palsu tetap dapat dijerat pidana karena menimbulkan keresahan masyarakat dan mengganggu pelayanan publik
- Pengguna email, nomor telepon luar negeri, maupun aplikasi pesaninstan menjadi modus yang berulang dalam beberapa kasus.
Demikian rangkuman informasi tentang daftar ancaman teror bom di sekolah Indonesia, semoga tidak ada lagi ancaman pesan teror bom di Indonesia.
(Rep: Bunga)
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu






