Begini Isi Pesan Teror Bom Sasar SD di Jagakarsa Jaksel

Oleh: Bachtiarudin Alam
Senin, 13 Juli 2026 | 11:43 WIB
Pesan berisi teror bom (Beritanasional/Bachtiar)
Pesan berisi teror bom (Beritanasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Area SDN Srengseng Sawah 15, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel) mendadak mencekam ketika salah satu guru mendapat pesan teror bom pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).

Berdasarkan dokumentasi diterima, terkuak isi pesan teror tertulis kalau bom telah ditempatkan di 11 titik sekolah. Di mana pesan diterima sekira 06.28 WIB pagi bersamaan jam masuk sekolah siswa.

“SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA, DIHARAAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI INI AKAN MELEDAK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK ...!!!!” tulis pesan dalam dokumentasi yang diterima.

Masih dari tangkapan pesan, terduga pelaku teror pun sempat menelpon nomor hingga mengancam kepada guru yang menerima pesan untuk tidak menghubungi pihak kepolisian.

“Bersiap-siap hitungan 10 menit dari belakang. Akan rata semuanya. JANGAN COBA COBA ANDA LAPOR POLICE. SAYA TAHU DISANA ADA PAK RT UNTUK APA,” tulis kembali pengirim pesan.

Kendati demikian terkait pesan teror bom, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, Tim Gegana bersama Densus 88 Antiteror Polri telah turun ke lokasi menyisir area sekolah.

“Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror langsung melakukan penyisiran di lingkungan sekolah. Siswa dan guru juga telah dievakuasi sebagai langkah keselamatan,” kata Budi kepada awak media Senin (13/7/2026).

Adapun ancaman tersebut diterima saat siswa dan guru sedang mengikuti upacara pada hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang. Pesan dikirimkan melalui WhatsApp pribadi kepada seorang guru dan petugas tata usaha sekolah.

Setelah proses penyisiran dilakukan, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan melakukan olah TKP serta mendalami asal pesan ancaman tersebut,” ujar Budi.

Budi menegaskan saat ini proses penyelidikan untuk mengidentifikasi pengirim pesan dan mengetahui motif di balik ancaman masih dilakukan. Diharap Masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan memberikan ruang kepada petugas untuk melakukan pemeriksaan serta penyelidikan secara menyeluruh,” pungkasnya.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: