Eropa Catat 10 Ribu Kematian akibat Gelombang Panas
BeritaNasional.com - Cuaca panas ekstrem yang terjadi di Eropa semakin menambah korban jiwa. Berdasarkan data mortalitas terbaru pada Minggu (12/7/2026), benua tersebut mencatat lebih dari 10.000 kematian sejak bulan lalu yang dikaitkan dengan gelombang panas.
Melansir Russia Today (RT) pada Senin (13/7/2026), Eropa Barat mengalami bulan Juni terpanas dalam sejarah, dengan suhu melebihi 40 derajat Celcius di beberapa wilayah Jerman, Prancis, dan Spanyol. Jerman mencatatkan suhu tertinggi nasional baru sebesar 41,7 derajat Celcius setelah memecahkan rekor suhu selama tiga hari berturut-turut, sementara Prancis mencatatkan hari terpanasnya sepanjang sejarah, dengan suhu mencapai 43,8 derajat Celcius.
Gelombang panas berkepanjangan di Eropa ini telah memicu kebakaran hutan, mengganggu transportasi dan infrastruktur, serta berkontribusi pada peningkatan penyakit akibat panas ekstrem dan kematian akibat tenggelam di seluruh wilayah tersebut.
Melansir data EuroMOMO, jaringan pemantauan angka kematian yang didukung oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menunjukkan bahwa lebih dari 9.000 kematian terjadi di antara orang-orang berusia 65 tahun ke atas.
“Terjadinya kelebihan seperti ini pada waktu seperti ini di tahun ini sungguh tidak biasa. Angkanya sangat tinggi,” kata Lasse Vestergaard, kepala dokter di Statens Serum Institut Denmark sekaligus penyelenggara EuroMOMO, kepada Reuters.
“Sulit untuk menjelaskan angka kematian berlebih yang tinggi ini selain dengan cuaca panas ekstrem,” tambahnya.
Sebagai informasi, data EuroMOMO ini didasarkan pada statistik kematian nasional dari 27 negara Eropa untuk minggu 22-28 Juni, ketika gelombang panas mencapai puncaknya di sebagian besar Eropa Barat. Para peneliti mengatakan bahwa tidak ada faktor utama lain yang diketahui, seperti wabah COVID-19, yang dapat menjelaskan lonjakan hingga 10.650 kematian berlebih.
Cuaca panas ekstrem sendiri telah menjadi bahaya dan menjadi cuaca paling mematikan di Eropa. Karena banyak kematian terkait panas tidak secara resmi dikaitkan dengan suhu tinggi, para ilmuwan menggunakan angka kematian berlebih untuk memperkirakan dampak sebenarnya dari gelombang panas.
Sementara itu, laporan Sky News mencatat sekitar 2.700 kematian dilaporkan secara terpisah di Inggris dan Wales selama bulan Mei dan Juni, berdasarkan data dari Imperial College London, Met Office, dan London School of Hygiene & Tropical Medicine.
Kemudian, Reuters melaporkan Prancis, Belgia, dan Belanda mencatat 3.700 kematian berlebih bulan lalu.
Cuaca panas ekstrem sendiri dapat menyebabkan kematian dengan mengakibatkan serangan panas atau memperburuk penyakit kardiovaskular dan pernapasan, dengan orang lanjut usia termasuk yang paling rentan.
Terlebih, direktur regional Organisasi Kesehatan Dunia untuk Eropa, Henri Kluge memperingatkan pada pekan lalu bahwa negara-negara Eropa harus bersiap menghadapi "minggu-minggu yang lebih mematikan", karena gelombang panas lain sudah terbentuk di atas Samudra Atlantik.
Sumber: Russia Today
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 21 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu







