Gelombang Panas Picu Suhu Tinggi di Italia, Tembus 45 Derajat Celcius

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Rabu, 15 Juli 2026 | 03:00 WIB
Ilustrasi gelombang panas di Italia (Foto/freepik)
Ilustrasi gelombang panas di Italia (Foto/freepik)

BeritaNasional.com - Saat ini Italia sedang menghadapi fase paling parah dari gelombang panas ketiga sepanjang tahun ini. Bahkan suhu udara di wilayah Sardinia diperkirakan menembus 45 derajat Celsius. 

Kondisi gelombang panas ini memicu kekeringan parah dan krisis pasokan air bersih.

Kantor berita ANSA melaporkan, otoritas setempat telah memperluas cakupan wilayah siaga darurat seiring peringatan cuaca ekstrem berbahaya di kawasan tengah dan selatan Italia.

Jumlah kota yang masuk dalam kategori Siaga Merah atau dengan tingkat bahaya tinggi kini melonjak dari dua kota menjadi empat kota. Setidaknya tujuh kota diperkirakan akan masuk dalam kategori risiko tertinggi.

Pakar meteorologi memprediksi suhu udara di sebagian besar wilayah tengah dan selatan Italia akan berkisar antara 39°C hingga 41°C. Suhu yang sangat panas.

Sementara itu, suhu di pedalaman Sardinia diperkirakan mencapai puncaknya pada 45°C pada Jumat mendatang.

Ahli Meteorologi Federico Brescia mengatakan, panas ekstrem tersebut bahkan menaikkan batas titik beku hingga di atas ketinggian 5.000 meter.

Ia mengatakan, fenomena pemanasan tersebut merupakan kondisi yang luar biasa.

Sejumlah kota lain seperti Genoa dan Verona masih berada di bawah status siaga oranye. Ini menyebabkan risiko kesehatan yang mengancam kelompok rentan, termasuk lansia dan anak-anak.

Di bagian utara Italia, wilayah Piedmont sedang berjuang melawan krisis air bersih akibat panas berkepanjangan dan sedikitnya curah hujan.

Otoritas regional meminta bantuan pasokan air dari wilayah tetangga, termasuk Lembah Aosta dan Kanton Ticino di Swiss, demi menyelamatkan sektor pertanian.

Sekitar 100 munisipalitas di Piedmont telah memberlakukan pembatasan penggunaan air minum.

Bahkan sejumlah kelompok masyarakat di daerah pegunungan kini terpaksa bergantung pada pasokan air dari truk tangki.


Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: