CKG di Sekolah Jangkau 8,8 Juta Siswa, Gigi Berlubang Jadi Temuan Terbanyak

Oleh: Lydia Fransisca
Jumat, 24 Juli 2026 | 11:05 WIB
Cek Kesehatan Gratis pada anak. (Foto/Kemenkes)
Cek Kesehatan Gratis pada anak. (Foto/Kemenkes)

BeritaNasional.com -  Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah telah menjangkau 8.824.185 siswa di 96.567 sekolah di 511 kabupaten/kota sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026.

Dari CKG tersebut, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa gigi berlubang menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pada peserta didik.

Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Kurnia Ramadhana mengatakan, CKG Sekolah dilaksanakan di satuan pendidikan mulai SD, SMP, SMA, Sekolah Luar Biasa (SLB), hingga pondok pesantren bagi anak usia 7-17 tahun.

"Sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, CKG Sekolah sudah melayani 8.824.185 siswa di 96.567 sekolah yang tersebar di 511 kabupaten/kota," kata Kurnia kepada wartawan, dikutip Jumat (24/7/2026).

Kurnia menjelaskan pemeriksaan kesehatan tidak hanya mencakup kondisi fisik, tetapi juga kesehatan jiwa siswa.

Pemeriksaan ini dilakukan langsung di sekolah sesuai jadwal kunjungan puskesmas setempat.

"Beberapa jenis pemeriksaan yang dilakukan pada anak, yaitu tingkat aktivitas fisik, anemia pada remaja putri, pemeriksaan mata, telinga, gigi, hingga kejiwaan," ujar Kurnia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hasil pemeriksaan sepanjang 1 Januari hingga 14 Juli 2026 menunjukkan sebanyak 40,8 persen siswa mengalami karies atau gigi berlubang.

Selain itu, 27,3 persen remaja putri mengalami anemia dan 21,7 persen siswa mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Pemeriksaan juga menemukan 6,9 persen siswa mengalami serumen impaksi atau penumpukan kotoran telinga, sedangkan 6,7 persen lainnya mengalami obesitas.

Pemerintah menargetkan program CKG Sekolah menjangkau 50.255.073 peserta didik di 303.263 sekolah sepanjang 2026. Sasaran tersebut meliputi 184.714 SD, 68.109 SMP, 43.032 SMA, 4.048 pondok pesantren, dan 3.360 SLB.

Nanti, berbagai temuan dalam pemeriksaan kesehatan itu akan menjadi dasar pemerintah untuk memperkuat upaya promotif dan preventif di lingkungan sekolah.

"Program ini bermanfaat besar bagi siswa, orang tua, serta sekolah sebagai penyelenggara pendidikan," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: