Pengeluaran Membengkak, Tesla Tunda Produksi Massal Cybercab hingga Megapack
BeritaNasional.com - Rencana besar Tesla untuk memproduksi massal sejumlah produk generasi terbarunya terpaksa mundur.
Berdasarkan laporan pemegang saham kuartal kedua yang dirilis pada Rabu (22/7/2026), raksasa teknologi ini tidak lagi menargetkan status produksi massal untuk Cybercab, Tesla Semi, dan solusi penyimpanan energi Megapack 3 pada 2026.
Langkah ini menandai kemunduran dari pernyataan manajemen pada Januari lalu yang sempat optimistis tiga produk tersebut mencapai produksi massal tahun ini.
Tidak hanya itu, Tesla juga menghapus bagian informasi dari laporan kuartal pertama mereka mengenai target produksi massal untuk robot humanoid Optimus.
Tesla menjelaskan, saat ini, pihaknya berfokus meningkatkan produksi baterai, khususnya sel 4680 milik perusahaan demi menopang perakitan Cybercab dan Tesla Semi dalam skala besar.
Di sisi lain, Tesla tidak memerinci alasan penundaan untuk Megapack 3. Namun, CEO Tesla Elon Musk blak-blakan mengenai rumitnya proyek robot Optimus.
"Ini akan menjadi produk yang paling sulit untuk diproduksi dalam skala besar yang pernah kami buat di Tesla, karena semua hal pada robot ini benar-benar serba baru," ungkap Musk dalam konferensi pers yang dikutip dari Techcrunch pada Jumat (24/7/2026).
Saat ini, lini perakitan di pabrik Austin, Texas, baru mulai memproduksi Cybercab pertama di awal tahun.
Sementara itu, jalur produksi untuk truk Semi dan robot Optimus dilaporkan masih dalam tahap pembangunan.
Investasi AI Bikin Keuangan Minus
Penundaan ini terjadi di tengah ambisi besar Tesla yang sedang bertransisi dari sekadar produsen kendaraan listrik (EV) menjadi perusahaan kecerdasan buatan (AI) dan robotika.
Dampaknya, pengeluaran modal perusahaan melonjak lebih dari dua kali lipat, menyebabkan laba bersih turun 5 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi USD 1,1 miliar dan menyeret arus kas bebas ke zona negatif sebesar USD 180 miliar.
CFO Tesla Vaibhav Taneja sebelumnya memperingatkan biaya pengembangan produk baru ini akan memicu arus kas negatif di sepanjang sisa tahun ini.
Kendati demikian, kinerja keuangan Tesla sedikit terdongkrak oleh pertumbuhan pendapatan yang mencapai USD 28,2 miliar, naik 26 persen dibanding kuartal kedua tahun 2025 yang sebesar USD 22,5 miliar.
Sektor otomotif masih menjadi tulang punggung utama dengan menyumbang pendapatan sebesar 20,5 miliar dolar AS.
Sepanjang kuartal kedua, Tesla sukses mengirimkan lebih dari 480.000 kendaraan, melonjak 120.000 unit dibandingkan kuartal pertama.
Catatan penjualan impresif ini didorong oleh rekor permintaan di berbagai pasar internasional di luar Amerika Serikat, seperti Korea Selatan, Australia, Jepang, Taiwan, Thailand, Filipina, hingga Portugal dan Slovenia.
Sektor Energi dan Langganan FSD Tumbuh Subur
Di luar otomotif, lini bisnis penyimpanan energi dan tenaga surya Tesla mencatatkan performa gemilang dengan pertumbuhan 13 persen menjadi USD 3,1 miliar.
Peningkatan signifikan juga terjadi pada sektor peranti lunak bantuan pengemudi, Full Self-Driving (FSD) berbasis supervisi, yang kini mengantongi 1,48 juta langganan atau melesat 56 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Manajemen Tesla menegaskan proses transisi menuju perusahaan AI dan robotika global terus berjalan.
Demi memuluskan langkah tersebut, Tesla siap menaikkan anggaran belanja modalnya hingga menyentuh angka fantastis, yakni USD 25 miliar pada 2026.
Demi memberikan ruang bagi pengembangan robot Optimus, Tesla telah menghentikan produksi sedan Model S andalannya serta SUV Model X di pabrik Fremont, California, sejak kuartal pertama 2026.
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu






