Temuan CKG Sekolah: Banyak Anak Alami Karies Gigi dan Hipertensi

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Kamis, 23 Juli 2026 | 10:29 WIB
Menteri Koordinator(PMK) Pratikno meninjau pelaksanaan satu tahun program cek kesehatan gratis. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Menteri Koordinator(PMK) Pratikno meninjau pelaksanaan satu tahun program cek kesehatan gratis. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Pemerintah mengungkapkan lima masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pada peserta didik melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah. Berdasarkan hasil pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menjadi keluhan terbanyak, disusul anemia pada remaja putri dan hipertensi juga obesitas.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan periode 1 Januari hingga 14 Juli 2026, ada lima masalah kesehatan pada peserta didik yang paling sering ditemukan. Pertama, 40,8 persen siswa mengalami karies atau gigi berlubang. Kedua, 27,3 persen remaja putri mengalami anemia," ujar Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Kurnia Ramadhana dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Temuan ketiga yaitu peningkatan tekanan darah atau hipertensi pada siswa, sebanyak 21,%. Keempat, 6,0% siswa memiliki masalah serumen impaksi atau kotoran telinga. Dan kelima, ditemukan 6,7% siswa mengalami obesitas.

Kurnia menyatakan pelaksanaan CKG Sekolah mendapat respons positif dari para siswa. Salah satunya disampaikan Nathan, siswa IPEKA Sunter yang telah dua kali mengikuti program tersebut.

"Ia mengungkapkan pemeriksaan yang dilakukan Puskesmas setempat membantunya mengetahui kondisi matanya lebih dini. Dia dianjurkan segera menemui dokter karena kondisi mata minusnya bertambah parah," ujarnya.

Pengalaman serupa dirasakan Callista, siswi IPEKA Sunter. Ia mengatakan CKG Sekolah memberinya pengetahuan baru mengenai kondisi kesehatannya dan mendorongnya menjalani pola hidup yang lebih sehat.

"Dia pun terdorong mengubah pola hidup agar makin rajin olahraga dan makan buah serta sayur," jelasnya.

CKG Sekolah dimulai serentak pada 4 Agustus 2025. Program ini diselenggarakan di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB) dan pondok pesantren dengan sasaran usia 7 sampai 17 tahun.

Terhitung sejak Sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, CKG Sekolah sudah melayani 8.824.185 siswa di 96.567 sekolah yang tersebar di 511 kabupaten/kota.

"Sementara secara keseluruhan, untuk tahun 2026, target peserta didik yang mengikuti CKG Sekolah yaitu sebanyak 50.255.073 siswa di 303.263 sekolah," tutupnya.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: