Prabowo Tegaskan Ekonomi Berdikari, Indonesia Tak Boleh Lagi Didikte Bangsa Lain!

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 13 Februari 2026 | 19:40 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto/BPMI)
Presiden Prabowo Subianto. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah baru kebijakan ekonomi nasional yang berfokus sepenuhnya pada penguatan kekuatan dalam negeri.

Dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026, Prabowo menyatakan kemandirian bangsa adalah harga mati dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju.

Presiden menekankan pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara mandiri demi kemakmuran rakyat yang merata.

“Kita punya cita-cita tinggi, tapi kita punya sikap yang realistis. Yang penting bagi kita adalah kita harus menjaga dan mengelola seluruh kekayaan negara, seluruh sumber daya alam kita dan kita kelola, kita jaga dan kita pergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Itu tujuan kita,” tegas Presiden di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Lebih lanjut, Prabowo menyoroti pentingnya rasa percaya diri nasional. Ia menginginkan Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat secara ekonomi dan memiliki posisi tawar yang kuat di kancah internasional tanpa ketergantungan pada pihak luar.

“Kita akan buktikan ke seluruh dunia bahwa bangsa Indonesia sekarang, bangsa Indonesia hari ini adalah bangsa Indonesia yang percaya diri, bangsa Indonesia yang paham, bangsa Indonesia yang bertekad untuk berdiri di atas kaki kita sendiri, dan kita tidak mau dan tidak akan lagi selalu didikte oleh bangsa lain atau dipermainkan oleh siapapun lagi,” ucapnya disambut antusiasme hadirin.

Kepala Negara juga mengungkapkan kabar positif dari berbagai daerah. Setelah setahun berjalan, kebijakan-kebijakan strategis pemerintah mulai menunjukkan hasil konkret pada indikator ekonomi makro dan mikro.

“Mulai berapa hari ini, berapa minggu ini, saya dapat laporan dari kepala-kepala daerah, beberapa gubernur, beberapa bupati, sekarang mereka baru melihat hasil real, dampak real dari berbagai kebijakan kita,” ungkap Presiden.

Laporan dari daerah mencatat tren positif yang signifikan, antara lain:

  • Peningkatan konsumsi rumah tangga di berbagai wilayah.
  • Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka.
  • Meningkatnya jumlah penyerapan tenaga kerja.
  • Perbaikan rasio gini yang menunjukkan pemerataan kesejahteraan.

Presiden menyadari bahwa langkah Indonesia untuk berdikari seringkali dipandang sebelah mata oleh pihak-pihak tertentu. Namun, hal itu justru dianggapnya sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras bagi kepentingan dalam negeri.

“Kita selalu menghadapi mereka-mereka yang selalu memandang rendah bangsa kita, itu tidak menjadi apa-apa. Itu bagi kita adalah cambuk untuk kita bekerja lebih baik lagi. Kita bekerja untuk rakyat kita, kita bukan bekerja untuk menyenangkan orang lain, kita bekerja untuk rakyat kita," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: