Sarana Jaya Siapkan 274 Rencana Aksi, Bidik Perusahaan Lebih Sehat dan Adaptif
BeritaNasional.com - Perumda Pembangunan Sarana Jaya menyusun 274 rencana aksi sebagai tindak lanjut hasil Diagnostic Performance Review (DPR) untuk memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan ketahanan bisnis perusahaan.
Komitmen tersebut ditandai melalui penandatanganan Komitmen Bersama Rencana Aksi Diagnostic Performance Review (DPR) dan Perjanjian Kinerja Business Continuity Plan (BCP) di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya Bernard Yohanes mengatakan, hasil evaluasi kinerja perusahaan tidak boleh berhenti sebatas rekomendasi, tetapi harus diwujudkan melalui langkah konkret.
"Komitmen yang ditandatangani pada hari ini mencakup enam fokus penguatan bisnis yang telah diterjemahkan ke dalam 20 strategi dan 274 rencana aksi," kata Bernard.
Ia menegaskan, komitmen tersebut merupakan bentuk tanggung jawab direksi dan seluruh jajaran perusahaan untuk menjalankan pembenahan secara berkelanjutan.
"Komitmen ini bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan bentuk akuntabilitas Direksi dan seluruh jajaran perusahaan untuk melaksanakan pembenahan secara nyata dan konsisten," tegas Bernard.
Menurut Bernard, implementasi rencana aksi tersebut merupakan bagian dari transformasi perusahaan menuju organisasi yang lebih sehat, profesional, adaptif, dan berkelanjutan.
"Kami berkomitmen untuk menjadikan momentum ini sebagai bagian dari penguatan transformasi menuju Sarana Jaya yang semakin sehat, profesional, adaptif, dan berkelanjutan," ucapnya.
Sarana Jaya juga menandatangani Perjanjian Kinerja Business Continuity Plan (BCP) untuk memperkuat kesiapan perusahaan dalam menghadapi berbagai risiko dan potensi gangguan operasional.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses bisnis dan mandat pembangunan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap berjalan optimal.
Diagnostic Performance Review (DPR) merupakan program evaluasi kinerja BUMD yang diinisiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Pembinaan BUMD (BPBUMD) dengan menunjuk EY Indonesia sebagai konsultan independen.
Evaluasi dilakukan terhadap sejumlah aspek, mulai dari bisnis, operasional, tata kelola, organisasi, hingga keuangan perusahaan.
Evaluasi tersebut menjadi dasar penyusunan enam fokus penguatan bisnis yang dijabarkan ke dalam 20 strategi dan 274 rencana aksi.
Seluruh rencana tersebut akan menjadi pedoman bagi direksi dan seluruh insan Sarana Jaya dalam melaksanakan perbaikan secara konsisten, terukur, dan akuntabel.
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 16 jam yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 13 jam yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 17 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 19 jam yang lalu
GAYA HIDUP | 17 jam yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu







