Persija Kalah dari Arema FC, Pramono Anung Ngaku Tak Bisa Tidur

Oleh: Lydia Fransisca
Senin, 16 Februari 2026 | 18:40 WIB
Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Pramono Anung-Rano Karno saat peluncuran jersey baru Persija. (Foto.Pemprov Jakarta)
Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Pramono Anung-Rano Karno saat peluncuran jersey baru Persija. (Foto.Pemprov Jakarta)

BeritaNasional.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengaku tidak bisa tidur setelah Persija Jakarta kalah 0-2 dari Arema FC dalam lanjutan Super League pada 8 Februari 2026.

Pengakuan itu ia sampaikan saat menghadiri acara Silaturahmi Akbar Kaum Betawi di Museum MH Thamrin, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (15/2/2026).

Pramono mengatakan kekalahan tim kebanggaan Ibu Kota tersebut cukup memengaruhi perasaannya.

Ia menyadari dirinya kerap mendapat kritik karena dianggap terlalu jauh mengurusi Persija Jakarta.

“Saya sekarang ini dikritik, dianggap gubernur terlalu mengurusi Persija. Masa saya mengurus yang lain? Ya pasti Persija saya urusin,” kata Pramono, dikutip Senin (16/2/2026).

Ia bahkan berkelakar kekalahan Persija dari Arema FC menguras emosinya hingga membuatnya sulit beristirahat.

“Kemarin kalah 2-0 lawan Arema saja saya enggak bisa tidur. Kalau Persija sudah kalah, ketemu Diky, Ketua Jakmania, aduh, sebel banget tuh,” ujar Pramono.

Di luar konteks sepak bola, Pramono juga menegaskan komitmennya memperkuat identitas Betawi sebagai ciri khas Jakarta seiring transformasi Ibu Kota menuju kota global.

Ia berharap ada kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan Majelis Kaum Betawi yang akan dipimpin mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.

Pramono menilai banyak cagar budaya Betawi yang belum terkelola secara optimal dan perlu dirawat kembali, termasuk yang berskala kecil.

“Cagar budaya Betawi itu banyak banget, tetapi menurut saya belum terkelola dengan baik. Cagar-cagar budaya Betawi mari kita cari kembali, yang kecil-kecil juga enggak apa-apa, kita rawat kembali,” ucap Pramono.

“Jangan hanya yang besar-besar seperti museum ini saja, menurut saya,” tambahnya.

Ia menegaskan Pemprov DKI akan memfasilitasi pelestarian budaya Betawi melalui Dinas Kebudayaan.

Pramono juga meminta Sekretaris Daerah (Sekda) DKI, Uus Kuswanto, untuk memastikan budaya Betawi didokumentasikan secara resmi agar dapat menjadi rujukan lintas generasi.

Selain itu, Pramono mendorong pembinaan sanggar-sanggar seni Betawi yang kini mulai tumbuh dan dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemerintah.

Di sektor ekonomi, ia menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi kreatif dan UMKM berbasis lokal.

“Sekarang ini makanan Betawi sudah banyak banget. Tetapi salah satu kelemahannya belum terdokumentasikan dengan baik. Sekarang ini sudah eranya gastronomi,” tandasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: