Kemenag: Penentuan Lebaran Tahun 2025 Istimewa karena Berbarengan dengan Gerhana Matahari

Oleh: Bachtiarudin Alam
Sabtu, 29 Maret 2025 | 17:35 WIB
Tim Falak Kemenag, Cecep Norwendaya. (Foto/istimewa).
Tim Falak Kemenag, Cecep Norwendaya. (Foto/istimewa).

BeritaNasional.com - Kementerian Agama (Kemenag) tengah bersiap untuk menggelar sidang isbat penentuan 1 Syawal 1446 Hijriah guna menentukan Hari Raya Idul Fitri 2025 pada hari ini, Sabtu (29/3/2025). 

Tim Falak Kemenag, Cecep Norwendaya menyebut jika penentuan lebaran tahun ini menjadi istimewa. Karena proses ijtimak dalam menentukan awal bulan hijriah berbarengan dengan peristiwa Gerhana Matahari.

“Kita lihat satu ini adalah geosentris, tapi yang menariknya ijtimak hari ini ditandai fenomena matahari. Gerhana matahari sebagian atau parsial hari ini menjelang awal syawal 1446 H,” kata Cecep saat seminar yang digelar di Kemenag, Sabtu (29/3/2025).

Sebab secara astronomis ijtimak terjadi pada pukul 17.57 WIB. Apabila dibandingkan dengan konsep geosentris dalam metode melihat gerhana Matahari hampir berbarengan, karena bulan letaknya sekitar 0,16 derajat di utara matahari.

“Gerhana berlangsung menurut Mabims (forum kerjasama menteri agama di Asia Tenggara) itu Sabtu Kliwon tanggal 29 ramadan,” imbuhnya.

Namun demikian, Cecep menyebut untuk fenomena Gerhana Matahari tidak dapat dilihat dari Indonesia. Melainkan, hanya bisa dilihat dari Benua Afrika bagian barat laut, Eropa, Rusia bagian utara.

“Kita lihat Maksimum gerhana 17;47;24,2 WIB mirip seperti ijtimak, kenapa berbeda. Berbedanya kalau gerhana itu toposentrik dilihat dari permukaan bumi, sementara kalau elongasi yang kita pakai adalah geosentrik (dalam menentukan ijtimak),” jelasnya.

“Ini kita lihat, wilayah yang dilewati gerhana matahari sebagian tidak melewati kita. Jadi bagian barat laut, Afrika, Eropa, dan Rusia. Jadi hampir 94 persen matahari tertutup oleh bulan, jadi ini menandai satu ijtimak yang istimewa. Karena istima ini bisa mengoreksi hasil hisab kita apakah akurat atau tidak,” sambung dia.sinpo

Editor: Harits Tryan Akhmad
Komentar: