Pimpinan DPR Sebut Prabowo Dinas ke Luar Negeri untuk Bahas Hal yang Perlu

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 03 Juni 2026 | 13:19 WIB
Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Jepang, Minggu (29/3/2026). (BeritaNasional/BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Jepang, Minggu (29/3/2026). (BeritaNasional/BPMI Setpres)

BeritaNasional.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai, perjalanan dinas luar negeri Presiden Prabowo Subianto disesuaikan dengan kebutuhan dan dinamika global. Menurutnya frekuensi perjalanan dinas ke luar negeri presiden dinamis. Ia sendiri tidak mempermasalahkan kritik dan masukan atas perjalanan luar negeri presiden.

"Tetapi tadi sudah disampaikan bahwa kalau kemudian frekuensi saya pikir sesuai dengan kebutuhan dan situasi pada saat ini, baik kemudian dinamika di dalam negeri, apalagi di luar negeri yang sangat mempengaruhi dinamika di dalam negeri tentunya yang terdampak," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Prabowo, kata Dasco, memilki strategi yang tidak dibatasi dengan jadwal serta frekuensi perjalanan ke luar negeri. Perjalanan dinas Prabowo juga dalam waktu yang singkat dan membahas hal-hal yang perlu.

"Tentunya Presiden, tadi sudah disampaikan, juga mempunyai strategi-strategi yang tentunya tidak bisa dibatasi dengan jadwal harus sekian kali-harus sekian kali. Karena itu dinamis," ungkapnya.

"Dan kalau kita lihat kepergian Presiden ke LN itu juga dalam waktu yang singkat-singkat, seperlunya saja, kemudian membahas yang perlu-perlu, kemudian kembali," sambung Dasco.

Menurut Dasco, jika dianggap perjalanan dinas ke luar negeri dadakan, karena ada situasi yang membuat Prabowo harus terbang ke luar negeri.

"Dan kalau kemudian dadakan, itu biasanya memang karena situasi yang memang harus membuat Presiden juga harus sesegera berangkat. Jadi saya pikir hal-hal sepertu itu, marilah kemudian kita memberikan masukan yang substansi dan itu pasti akan diberikan ruang," tutur Dasco.

"Tetapi kemudian pembatasan-pembatasan, apalagi yang berkaitan dengan jumlah, waktu kunjungan, saya pikir itu tidak substantif," pungkasnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: