DPR: Fundamental Perbankan Nasional Sangat Kuat, Tak Perlu Ada Kekhawatiran

Oleh: Panji Septo R
Selasa, 09 Juni 2026 | 10:55 WIB
Pimpinan DPR RI menggelar pertemuan dengan himpunan bank milik negara (HIMBARA). (BeritaNasional/Panji).
Pimpinan DPR RI menggelar pertemuan dengan himpunan bank milik negara (HIMBARA). (BeritaNasional/Panji).

BeritaNasional.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan, hasil koordinasi dan evaluasi bersama pelaku industri perbankan menunjukkan kondisi perbankan nasional berada dalam situasi yang baik. 

Dasco mengatakan, DPR telah melakukan koordinasi dengan jajaran Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan perbankan nasional guna mengevaluasi perkembangan sektor perbankan di tengah dinamika pasar saat ini.

"Kita kemudian tadi banyak bertukar pikiran mengenai situasi baik dari Himbara maupun perbankan nasional pada saat ini yang berdasarkan hasil diskusi perkembangannya sangat bagus," kata Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Menurut Dasco, informasi yang diterima DPR dari para pelaku industri menunjukkan kondisi sektor perbankan tetap terjaga dengan baik. 

Ketua Himbara sekaligus Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menyatakan kinerja bank-bank anggota Himbara saat ini berada dalam kondisi terbaik dengan indikator pertumbuhan kredit, dana pihak ketiga, hingga kualitas aset yang tetap terjaga.

Dalam laporannya kepada pimpinan DPR, Putrama menyebut, fundamental perbankan BUMN saat ini berada dalam kondisi sangat baik.

"Dapat kami sampaikan bahwa secara fundamental kinerja di Himbara ini sangat bagus dan saat ini adalah kinerja terbaiknya Himbara," ujar Putrama.

Ia menjelaskan, rata-rata pertumbuhan kredit Himbara berada di kisaran 20 persen. Sementara dana pihak ketiga tumbuh sekitar 20 hingga 30 persen.

"Sebagai gambaran dapat saya sampaikan untuk pertumbuhan kredit rata-rata di Himbara tumbuh di kisaran 20 persen, kemudian juga dana pihak ketiga tumbuh di kisaran 20 sampai 30 persen," terangnya.

Selain itu, likuiditas perbankan juga disebut tetap kuat dengan rasio loan to deposit ratio (LDR) sekitar 88 hingga 90 persen.

"Likuiditas terjaga dengan sangat baik, LDR ada di kisaran 88 persen sampai dengan 90 persen," ucap Putrama.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: