Mobil Listrik Xiaomi Terbakar Hebohkan China, Ini Penjelasan Resminya

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 09 Juni 2026 | 16:30 WIB
Mobil Listrik Xiaomi Terbakar Hebohkan China. (Foto/Carnewschina)
Mobil Listrik Xiaomi Terbakar Hebohkan China. (Foto/Carnewschina)

BeritaNasional.com - Sebuah unit Xiaomi SU7 Ultra dilaporkan mengalami kebakaran saat melintas di Jembatan Hero, Kota Nanchang, Provinsi Jiangxi, China, Minggu (7/6/2026).

Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka setelah petugas pemadam kebakaran setempat berhasil mengendalikan api.

Menanggapi kejadian tersebut, Xiaomi mengaku langsung menghubungi pemilik kendaraan dan melaporkan kasus tersebut kepada regulator terkait untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada 8 Juni 2026, Xiaomi menjelaskan bahwa hasil investigasi awal yang menggabungkan pemeriksaan di lokasi kejadian dengan analisis data kendaraan menunjukkan kondisi baterai traksi tetap normal sebelum kebakaran terjadi.

Pabrikan asal China itu juga menegaskan bahwa sistem kendaraan tidak mendeteksi adanya tanda-tanda thermal runaway atau pelarian termal, yang umumnya menjadi salah satu penyebab utama kebakaran pada kendaraan listrik.

“Berdasarkan analisis awal, kemungkinan baterai terbakar dengan sendirinya telah dikesampingkan,” tulis Xiaomi dalam keterangannya sebagaimana dilansir Carnewschina, Selasa (9/6/2026).

Meski demikian, perusahaan menyatakan penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan. Hasil akhir investigasi akan bergantung pada pemeriksaan dan penilaian yang dilakukan oleh otoritas pemadam kebakaran setempat.

Hingga saat ini, Xiaomi belum mengungkap detail mengenai kecepatan kendaraan saat kejadian, kondisi jalan, faktor eksternal yang mungkin berperan, maupun kemungkinan adanya benturan sebelum kebakaran terjadi.

Sebagai informasi, kendaraan listrik modern dilengkapi sistem manajemen baterai yang mampu merekam berbagai parameter penting, seperti suhu, tegangan sel baterai, status pengisian daya, hingga sinyal gangguan. Pada kasus thermal runaway, sistem biasanya mencatat peningkatan suhu yang tidak normal atau memunculkan peringatan tertentu sebelum insiden terjadi.

Menurut Xiaomi, seluruh data tersebut tidak menunjukkan adanya anomali pada Xiaomi SU7 Ultra yang terbakar di Nanchang.

Kasus ini menambah daftar insiden kebakaran yang melibatkan kendaraan Xiaomi dalam beberapa tahun terakhir. Pada Februari 2026, perusahaan juga sempat menangani kasus kebakaran Xiaomi SU7 lainnya. Saat itu, hasil penyelidikan awal menyebut paket baterai bukan menjadi sumber api.

Sebelumnya, pada Oktober 2025, sebuah Xiaomi SU7 Ultra terbakar setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Dalam insiden tersebut, kendaraan diketahui terlibat tabrakan sebelum akhirnya dilalap api.

Berbeda dengan kasus sebelumnya, Xiaomi menegaskan bahwa insiden di Nanchang tidak menunjukkan indikasi thermal runaway pada baterai dan hingga kini belum ditemukan bukti adanya kecelakaan sebelum kebakaran terjadi.

Penyelidikan dari pihak berwenang masih berlangsung untuk memastikan sumber kebakaran, apakah berasal dari kendaraan itu sendiri, faktor eksternal, kondisi jalan, atau penyebab lainnya.

Sumber: Carnewschinasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: