Kenapa Harga Emas Naik Terus? Begini Penjelasannya

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Rabu, 10 Juni 2026 | 07:00 WIB
Pedagang perhiasan emas di Jakarta. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Pedagang perhiasan emas di Jakarta. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Emas merupakan logam mulia yang merupakan aset paling aman untuk berinvestasi. Harga emas yang sangat dipengaruhi dinamika atau emas dunia, menjadikan logam mulia bernama berkode Au dalam tabel periodik ini paling diburu di seluruh dunia.

Mengapa emas sangat aman untuk investasi? Ini karena emas memiliki nilai yang stabil dan tahan terhadap inflasi, sehingga efektif melindungi daya beli uang dalam jangka panjang. Mengutip laman Pegadaian, sebagai aset fisik yang berwujud emas tidak terpengaruh oleh kebijakan perusahaan atau risiko kredit, dan sangat mudah dicairkan (liquid) saat dibutuhkan.

Sejak awal 2026, harga emas batangan sudah berada di kisaran Rp2.788.000 per gram. Ini merupakan penaikan signifikan dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Kenaikan ini dipicu oleh inflasi global, pergerakan nilai tukar rupiah, hingga meningkatnya permintaan dari bank sentral dunia.

Kondisi tersebut membuat emas kembali menjadi sorotan sebagai aset yang dinilai mampu menjaga nilai kekayaan.

Pasti kita pernah penasaran apa yang menyebabkan harga emas naik bahkan meroket? Simak ulasan singkatnya berikut ini

 

Mengapa Emas Menjadi Aset yang Berharga?

Nilai emas tidak terbentuk dalam waktu singkat. Sejak dahulu, emas sudah menjadi bagian penting dalam sejarah ekonomi dan peradaban manusia, termasuk di Indonesia yang dikenal sebagai wilayah kaya emas.

Sumatera pernah dikenal sebagai Suvarnabhumi atau Pulau Emas, yang menunjukkan betapa melimpahnya sumber daya emas di wilayah tersebut.

Pada masa kerajaan kuno, emas menjadi komoditas utama yang menarik pedagang dari China, India, hingga Persia. Selain diperdagangkan, emas juga memiliki makna simbolis sebagai lambang status, kekuasaan, dan nilai spiritual.

Memasuki era modern, Indonesia tetap dikenal sebagai salah satu produsen emas dunia. Penemuan cadangan besar di berbagai wilayah, termasuk Papua, memperkuat peran emas dalam perekonomian nasional sekaligus perdagangan global.

Sejarah panjang ini ikut membentuk kepercayaan bahwa emas adalah aset bernilai tinggi yang mampu bertahan lintas zaman.

Kepercayaan tersebut juga sejalan dengan berbagai karakteristik emas yang membuatnya tetap relevan hingga saat ini dan menjadi alasan kenapa harga emas naik terus, yang meliputi:

1. Emas sebagai Safe Haven (Pelindung Nilai)

Emas sering menjadi pilihan saat kondisi ekonomi tidak stabil. Ketika inflasi meningkat, pasar bergejolak, atau terjadi krisis global, banyak investor beralih ke emas untuk menjaga nilai asetnya.

2. Nilai Intrinsik yang Stabil

Sejak digunakan pada peradaban kuno, seperti Mesir, Mesopotamia, hingga Romawi, emas telah diakui sebagai alat tukar dan standar nilai.

Hingga kini, nilainya tidak bergantung sepenuhnya pada kebijakan pemerintah sehingga cenderung lebih stabil dibandingkan mata uang.

3. Pasokan yang Terbatas

Emas merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Proses penambangan yang semakin sulit, sementara permintaan terus meningkat, membuat nilainya cenderung naik dalam jangka panjang.

4. Permintaan Global yang Konsisten

Selain untuk investasi, emas juga digunakan dalam industri perhiasan dan teknologi. Permintaan yang stabil dari berbagai sektor ini menjaga harga emas tetap kuat di pasar global.
 

Posisi Emas Sebagai Cadangan Devisa Negara

Dari sisi perekonomian negara, emas bukan hanya aset investasi individu. Emas juga menjadi bagian penting dari cadangan devisa yang dikelola oleh bank sentral.

Cadangan devisa berfungsi untuk menjaga stabilitas ekonomi, termasuk nilai tukar mata uang dan ketahanan terhadap krisis. Emas dipilih karena memiliki nilai yang cenderung stabil dan tidak terpengaruh langsung oleh inflasi domestik.

Di Indonesia, cadangan emas yang dikelola oleh Bank Indonesia menunjukkan tren yang stabil dengan kecenderungan meningkat. Hingga Oktober 2025, jumlahnya berada di kisaran 80 ton dengan nilai lebih dari US$10 miliar.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, terjadi kenaikan bertahap yang mencerminkan penguatan nilai emas sekaligus respons terhadap kondisi ekonomi global.

Data dari IMF juga mengonfirmasi bahwa posisi cadangan emas Indonesia terus menguat dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam praktiknya, emas memiliki sejumlah fungsi strategi dalam cadangan devisa, meliputi:

Menjaga stabilitas ekonomi. Emas cenderung lebih tahan terhadap gejolak pasar dibandingkan aset berbasis mata uang sehingga dapat menjadi penopang ketika terjadi krisis atau tekanan ekonomi.

Diversifikasi cadangan devisa. Kepemilikan emas membantu mengurangi ketergantungan pada mata uang asing, seperti dolar AS, sehingga dapat menekan risiko akibat fluktuasi nilai tukar.

Sumber likuiditas darurat. Dalam kondisi tertentu, emas dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Meningkatkan kepercayaan internasional. Cadangan emas yang kuat memberi sinyal positif bagi investor dan lembaga keuangan global terhadap kondisi ekonomi suatu negara.


Tren global juga menunjukkan bahwa banyak bank sentral mulai meningkatkan kepemilikan emas. Hal ini juga berkaitan dengan alasan kenapa harga emas naik terus.

Pada kuartal ketiga 2025, pembelian emas oleh bank sentral dunia mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Ini mencerminkan upaya berbagai negara dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada mata uang tertentu.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: