Demokrat: AHY Tak Pernah Berhubungan dengan Sony Sonjaya

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 10 Juni 2026 | 06:11 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (Beritanasional/Elvis)
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (Beritanasional/Elvis)

BeritaNasional.com - Partai Demokrat membantah keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN). Pernyataan itu disampaikan dalam membantah frasa '2 Orang Kolonel usulan AHY' yang disebut terlibat kasus korupsi MBG seperti beredar di media sosial.

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menegaskan, AHY tidak mengenal tersangka, eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya.

"AHY tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan Saudara Sony Sonjaya," tegas Herzaky dalam keterangannya, dikutip Rabu (10/6/2026).

Herzaky menegaskan, AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, dan meminta bantuan dukungan kepada Sony Sonjaya terkait program MBG.

"AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, ataupun meminta dukungan kepada Saudara Sony Sonjaya terkait program SPPG maupun urusan lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung," ujarnya.

Herzaky mengatakan, dalam unggahan yang beredar di media sosial tidak dijelaskan siapa yang dimaksud AHY dan dua orang kolonel yang dimaksud.

Namun, ia menegaskan pengaitan nama AHY dalam kasus korupsi MBG tidak memiliki dasar fakta apapun. Partai Demokrat menilai hal tersebut sebagai fitnah yang tidak benar.

"Dalam postingan tersebut tidak dijelaskan siapa yang dimaksud dengan frasa “AHY” maupun siapa “2 Orang Kolonel” yang dimaksud. Namun, apabila yang dimaksud adalah Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, maka Partai Demokrat menegaskan bahwa pengaitan tersebut tidak memiliki dasar fakta apapun," ujar Herzaky.

"Karena itu, frasa “2 orang Kolonel usulan AHY”, jika yang dimaksud menyangkut Agus Harimurti Yudhoyono, maka hal tersebut dapat dipastikan sebagai fitnah dan sama sekali tidak mengandung kebenaran," pungkasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: