2 Awak Helikopter Apache AS Selamat Usai Jatuh di Dekat Pantai Oman

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 10 Juni 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi militer AS memantau kapal tanker di Selat Hormuz. (Foto/X Centcom)
Ilustrasi militer AS memantau kapal tanker di Selat Hormuz. (Foto/X Centcom)

BeritaNasional.com - Militer Amerika Serikat mengonfirmasi dua awak helikopter tempur AH-64 Apache berhasil diselamatkan setelah pesawat yang mereka tumpangi jatuh di dekat pantai Oman saat menjalankan patroli di perairan regional.

Mengutip dari keterangan CENTCOM, nsiden tersebut terjadi pada (8/6/2026) sekitar pukul 19.33 waktu Timur Amerika Serikat (ET). Kedua personel militer yang berada di dalam helikopter berhasil dievakuasi dalam operasi pencarian dan penyelamatan yang berlangsung sekitar dua jam setelah kecelakaan terjadi.

Pihak militer menyatakan kedua prajurit berada dalam kondisi stabil usai proses evakuasi. Namun, penyebab jatuhnya helikopter serang andalan Angkatan Darat AS itu hingga kini masih dalam penyelidikan.

Operasi penyelamatan melibatkan sejumlah unsur militer Amerika Serikat dan dipimpin oleh Komando Angkatan Laut Pusat AS bersama Divisi Lintas Udara ke-82. Misi tersebut turut didukung unit Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS, termasuk Gugus Tugas 59 Armada ke-5 AS.

Konfirmasi mengenai keselamatan kedua awak menjadi perkembangan terbaru dalam insiden tersebut. Militer AS belum merilis informasi lebih lanjut mengenai kondisi helikopter maupun dugaan awal penyebab kecelakaan.

Peristiwa ini terjadi saat militer Amerika Serikat terus menjalankan operasi patroli dan pengamanan di kawasan perairan Timur Tengah yang menjadi jalur strategis pelayaran internasional.

Sementara, Trump mengatakan di media sosial hari ini bahwa helikopter itu ditembak jatuh dan dia bersumpah akan membalas dendam.

“Saya baru saja diinformasikan oleh Militer Hebat kita bahwa tadi malam Iran menembak jatuh salah satu Helikopter Apache kita yang sangat canggih saat berpatroli di atas Selat Hormuz,” kata Trump dalam unggahan tersebut .sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: