Analis: AS dan Iran Sama-sama Hindari Perang Besar Meski Saling Serang

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 10 Juni 2026 | 20:44 WIB
Ilustrasi gencatan senjata antara Amerika Serikat-Iran. (Foto/Gemini AI)
Ilustrasi gencatan senjata antara Amerika Serikat-Iran. (Foto/Gemini AI)

BeritaNasional.com -  Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah kedua pihak saling melancarkan serangan.

Namun, analis konflik Timur Tengah Elijah Magnier menilai keduanya belum menunjukkan keinginan untuk terlibat dalam perang skala penuh.

Menurut Magnier, Washington saat ini berupaya memperkuat efek “deterrence” melalui serangan terbaru, sekaligus melindungi pasukan dan menjaga kebebasan jalur pelayaran.

Di sisi lain, Iran disebut ingin menunjukkan bahwa setiap serangan terhadap wilayahnya akan memiliki konsekuensi.

“Tidak ada pihak yang tampak menginginkan perang tanpa batas karena biayanya sangat besar, baik bagi kedua negara maupun kawasan Teluk yang berdampak pada energi, keamanan, dan pasar global,” ujarnya,seperti dikutip dari aljazeera, Rabu (10/6/2026).

Ia juga menyoroti insiden jatuhnya helikopter Apache milik AS. Iran, kata dia, kemungkinan tidak akan mengklaim keterlibatan langsung karena hal itu bisa memicu respons militer yang lebih keras dari Washington.

“Teheran mengirim pesan bahwa mereka siap berperang jika diperlukan, tetapi di saat yang sama mereka memahami bahwa AS juga tidak memiliki selera untuk perang besar,” kata Magnier.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: