Pemerintah Siapkan Diskon Tiket Kereta, Kapal, dan Pesawat saat Libur Sekolah 2026
BeritaNasional.com - Pemerintah menyiapkan paket stimulus pada sektor transportasi untuk mendorong pergerakan ekonomi selama libur sekolah Juni-Juli 2026.
Stimulus itu berupa diskon tiket kereta api, kapal laut, penyeberangan feri, hingga insentif pajak untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan kebijakan tersebut disiapkan memasuki semester kedua 2026 untuk meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong konsumsi domestik.
“Memasuki semester dua 2026, pemerintah menyiapkan paket stimulus yang diarahkan untuk mendorong pergerakan ekonomi di dua momen strategis, libur panjang sekolah Juni-Juli dan Natal serta Tahun Baru di pengujung tahun,” kata Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Untuk periode libur sekolah, pemerintah memberikan diskon 30 persen untuk transportasi kereta api dan kapal laut yang bahan bakarnya dijamin oleh Kementerian ESDM.
Selain itu, pemerintah memberikan diskon 100 persen tarif dasar kepelabuhanan untuk layanan penyeberangan feri.
“Total anggaran Rp190,5 miliar dan target penerima manfaat 3,07 juta orang,” ujar Qodari.
Bukan hanya itu, pemerintah juga menyiapkan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi.
Anggaran yang disiapkan mencapai Rp472,7 miliar dengan target 2,3 juta penumpang.
“Untuk transportasi udara diberikan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah sebesar 100 persen dari tiket pesawat domestik kelas ekonomi dengan anggaran Rp472,7 miliar dan target 2,3 juta penumpang,” ucap Qodari.
Menurut dia, skema serupa akan diterapkan pada periode libur Natal dan Tahun Baru mendatang.
Untuk transportasi nonudara, pemerintah menyiapkan anggaran Rp61,4 miliar dengan target 2,87 juta penerima manfaat.
Sementara untuk transportasi udara, anggaran PPN DTP yang disiapkan mencapai Rp722 miliar dengan target 3,7 juta penumpang.
“Kolaborasi pemerintah dan swasta ini dirancang bukan hanya untuk menggerakkan sektor pariwisata, tetapi juga mendorong konsumsi domestik secara lebih luas, memperkuat ritel, memberdayakan pelaku UMKM, dan memperluas pengalaman wisata keluarga di dalam negeri,” tandasnya.
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu







