David Singleton Ungkap Mentalitas Pelita Jaya usai Tumbangkan Hornbills di Game 1 Finals IBL 2026

Oleh: Tarmizi Hamdi
Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:44 WIB
Pelatih Pelita Jaya David Reynard Singleton (kanan) bersama point guard Pelita Jaya Andakara Prastawa. (BeritaNasional/Hamdi)
Pelatih Pelita Jaya David Reynard Singleton (kanan) bersama point guard Pelita Jaya Andakara Prastawa. (BeritaNasional/Hamdi)

BeritaNasional.com - Pelita Jaya Jakarta sukses mengamankan Game 1 Finals Indonesia Basket League (IBL) 2026 lewat drama overtime. Menghadapi Bogor Hornbills di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB), Kuningan, Jumat (19/6/2026) malam, tuan rumah menang tipis 90-87.

Meski berhasil mencuri poin pertama di seri puncak, Pelatih Pelita Jaya David Reynard Singleton mengakui performa anak asuhnya jauh dari kata sempurna. 

Pria yang akrab disapa Coach Dave ini menyoroti bagaimana timnya sempat terbawa oleh permainan fisik dan agresif yang diperagakan tim tamu sejak kuarter pertama.

Drama Kuarter Empat dan Magis Perron Buford

Laga berjalan luar biasa ketat. Skor sama kuat bertahan di kuarter pertama (19-19) dan kedua (35-35). 

Memasuki kuarter ketiga, Hornbills sempat mengambil alih momentum dan memimpin 58-55, bahkan sempat mencatatkan keunggulan hingga 9 angka.

Namun, mentalitas kuarter keempat Pelita Jaya kembali berbicara. Di momen-momen krusial, Perron Levon Buford mencetak poin penyeimbang kedudukan menjadi 76-76 yang memaksa laga berlanjut ke babak tambahan (overtime).

Di babak penentuan, barulah Pelita Jaya mengunci kemenangan dengan skor akhir 90-87.

Dalam sesi konferensi pers usai laga, David mengungkap momen krusial timnya bisa mengungguli tim dari Bogor tersebut di gam 1.

"Jika Anda menonton pertandingan kami, kami biasanya selalu tampil sangat baik di kuarter keempat, hampir sepanjang musim. Dan, kami memiliki kesempatan lain untuk melakukan itu malam ini," ungkap David.

Salah satu momen yang paling disorot adalah proses terjadinya layup atau tembakan krusial Buford di detik-detik akhir waktu reguler. 

Dengan sisa waktu yang sangat tipis dan gemuruh penonton yang memekakkan telinga, Coach Dave mengaku tidak mendikte pemain, melainkan memberi kepercayaan penuh pada insting sang pemain.

"Tentu saja, kami ingin memastikan dia (Buford) mendapatkan bola. Permainan itu terjadi sangat cepat, jadi kami mendapatkannya dengan sedikit waktu tersisa dan kemudian penonton berteriak. Terkadang sulit untuk fokus pada apa yang ingin Anda lakukan karena waktu terus berjalan," ungkapnya.

"Jadi, dengan pemain seperti itu, Anda hanya perlu memberinya ruang, membiarkannya mengatur dirinya sendiri, dan melakukan permainan yang telah dia lakukan selama ini. Jadi, pujian untuknya. Dan sekali lagi, itu tidak bersih, tidak indah, tetapi kami mampu menemukan cara. Kami bermain basket jauh lebih baik di akhir pertandingan," tambahnya.

Pelita Jaya memang bertumpu pada performa luar biasa Buford yang nyaris mencetak triple-double dengan torehan 32 poin, 11 rebound, dan 9 assist. Performa impresif ini didukung oleh Jeffree David Withey yang mengemas double-double (20 poin, 10 rebound) serta Darious Lee Moten dengan 17 poin.

Evaluasi Jelang Game 2

Di kubu lawan, Bogor Hornbills yang diarsiteki Cesar Camara Peres sebenarnya tampil sangat dominan lewat duet Stephaun B. Branch (22 poin) dan Travin Marquell Thibodeaux (22 poin, 10 rebound). Coach Dave secara terbuka mengakui bahwa Hornbills bermain lebih fisik dan berhasil mendikte tempo di awal laga.

"Saya pikir begitu (mereka bermain lebih fisik). Kami akan membicarakannya segera. Maksud saya, biarkan mereka (pemain) sedikit pulih dan menonton rekaman pertandingan sendiri, dan para pelatih akan kembali menontonnya. Tapi, saya benar-benar berpikir mereka lebih menentukan tempo permainan di awal. Mereka sedikit lebih cepat menyerang," tutur Dave.

Meski demikian, Dave mengapresiasi daya juang Hornbills yang tampil tanpa beban sebagai tim tamu demi mencuri kemenangan di Jakarta.

"Anda tahu mereka akan berjuang mati-matian, mereka akan bermain fisik dan agresif, dan melepaskan semua kemampuan mereka. Jadi, itulah yang mereka lakukan. Pujian untuk mereka. Tapi sekali lagi, saya senang kami mampu menemukan cara untuk menang pada akhirnya," tambahnya.

Menatap laga berikutnya, pekerjaan rumah terbesar Pelita Jaya adalah bermain lebih rapi dan tenang sejak tip-off.

"Kami mempercayai pemain kami, Prastawa, Perrin Buford, Jeff Withey, semua orang ini, Darius. Kami hanya perlu meningkatkan diri, berhenti mempersulit diri kita sendiri di kedua sisi lapangan, dan bermain lebih bersih. Saya percaya kami benar-benar bisa meningkatkan performa di pertandingan berikutnya," tandas pelatih asal Amerika Serikat tersebut.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: