Negara Teluk Minta Jaminan Keamanan AS Usai Konflik dengan Iran

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 26 Juni 2026 | 01:03 WIB
Presiden AS Donald Trump. (Foto/Dokumentasi White House)
Presiden AS Donald Trump. (Foto/Dokumentasi White House)

BeritaNasional.com - Sejumlah negara di kawasan Teluk disebut tengah mencari kepastian dari Amerika Serikat terkait komitmen keamanan mereka, menyusul ketegangan terbaru dengan Iran yang memicu kekhawatiran stabilitas regional.

Pakar dari Georgetown University di Qatar, Paul Musgrave, menilai negara-negara Teluk kini menunggu kejelasan sikap dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, terutama soal jaminan bahwa Washington tidak akan mengorbankan keamanan mereka dalam upaya mencapai kesepakatan akhir dengan Iran.

Menurut Musgrave, negara-negara Teluk ingin mendengar penegasan langsung bahwa kepentingan mereka akan tetap dilindungi.

“Saya pikir hal pertama adalah apa yang disampaikan Menteri Luar Negeri Rubio secara publik, yaitu bahwa kepentingan mereka akan dihormati,” kata Musgrave, seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (25/6/2026). 

Ia menyebut situasi ini sebagai “perubahan besar dibandingkan Februari,” ucapnya lebih lanjut.

Sebelumnya, negara-negara Teluk disebut aktif dalam upaya mediasi. Namun, situasi berubah setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Kini, negara seperti Bahrain, Kuwait, dan Qatar menjadi pihak yang paling khawatir, mengingat ketergantungan mereka terhadap Selat Hormuz sebagai jalur utama perdagangan energi dunia.

Kekhawatiran Gangguan di Selat Hormuz

Musgrave menegaskan bahwa negara-negara tersebut ingin memastikan AS tidak mengambil langkah yang justru membahayakan stabilitas ekonomi dan keamanan fisik mereka.

“Negara-negara Teluk, terutama yang sangat bergantung pada Selat Hormuz, ingin kepastian bahwa Amerika Serikat tidak akan mengorbankan keamanan fisik maupun ekonomi mereka,” ujarnya.

Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu jalur energi paling strategis di dunia, sehingga setiap potensi gangguan di kawasan tersebut dapat berdampak global.

Kesepakatan AS–-ran Dinilai Masih Punya Celah Risiko

Meski pembicaraan antara AS dan Iran terus berjalan, Musgrave menilai sejumlah isu keamanan utama kemungkinan tidak akan terselesaikan sepenuhnya dalam kesepakatan akhir.

Ia menyoroti isu seperti program rudal balistik yang disebut masih menjadi perhatian serius negara-negara Teluk.

“Dia (Rubio) masih agak berhati-hati dalam isu lain seperti program rudal balistik yang berdampak langsung pada keamanan kawasan,” kata Musgrave. “Itu kemungkinan tidak akan menjadi bagian dari kesepakatan akhir,” katanya lagi.

Di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung, negara-negara Teluk kini berada dalam posisi menunggu kepastian arah kebijakan Washington.

Ketidakpastian tersebut membuat isu keamanan kawasan, terutama terkait Iran dan Selat Hormuz, kembali menjadi sorotan utama dalam geopolitik Timur Tengah.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: